Mataram (Inside Lombok) – Masyarakat Kecamatan Ampenan Kota Mataram dilibatkan dalam simulasi penanganan gempa bumi. Simulasi yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana salah satunya dalam antisipasi hoax atau berita bohong.
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian, dari simulasi ini masyarakat diajak untuk melihat situasi yang terjadi di lapangan ketika bencana. Beberapa hal yang berpotensi terjadi ketika bencana yaitu penyebaran berita hoax dan pendistribusian kebutuhan yang belum merata. “Pemerintah hingga TNI/Polri meningkatkan komunikasi untuk kita memberikan berita yang resmi kepada masyarakat yang terdampak bencana. Sehingga tanggap darurat ini bisa berjalan dengan maksimal,” katanya Kamis (28/8) pagi.
Ketika terjadi bencana, keberadaan posko tanggap darurat disebut sangat penting. Karena nantinya di dalam posko tersebut akan tersaji data mulai dari jumlah korban, kerusakan hingga kebutuhan darurat. “Itu menjadi urat nadi seluruh aktivitas tanggap darurat termasuk media center. Data korban, logistic yang disalurkan itu semua disajikan di posko,” katanya.
Diterangkannya, ketika masa tanggap darurat pemerintah turun ke warga terdampak, mereka akan memberikan penjelasan baik terkait kondisi yang terjadi hingga kepastian penyaluran bantuan kepada masyarakat. “Salah satu fungsi posko adalah memverifikasi dan memvalidasi data,” katanya. Biasanya untuk data korban, sambungnya, akan dihimpun pada pukul 15.00 wita atau 17.00 wita. “Itu nanti yang akan kita sampaikan kepada masyarakat melalui prescon,” ungkapnya.
Sementara itu, warga Kecamatan Ampenan, Yesi, mengatakan simulasi yang dilakukan Pemda sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana. “Kalau di Mataram itu khususnya Ampenan, sudah kita lakukan mitigasi. Mulai dari bagaimana kami harus evakuasi mandiri, mengungsi kemana dan bahkan hal-hal kecil sudah kami lakukan,” katanya. Dari mitigasi yang sudah dilakukan, sebagian masyarakat juga sudah paham cara memilih berita apakah itu hoax atau tidak. Selain itu, jalur evakuasi juga sudah dibuat sehingga membutuhkan warga ketika terjadi bencana. “Insya allah sudah bisa,” katanya.

