25.5 C
Mataram
Selasa, 10 Maret 2026
BerandaMataramTransaksi Kampung Kuliner Ramadhan di Mataram Capai Ratusan Juta

Transaksi Kampung Kuliner Ramadhan di Mataram Capai Ratusan Juta

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mencatat perputaran uang di ajang Kampung Kuliner Ramadhan 2026 mencapai sekitar Rp780 juta selama 13 hari pelaksanaan. Kegiatan yang diikuti 40 tenan kuliner tersebut berlangsung sejak 20 Februari hingga 8 Maret dan digelar selama sekitar tiga pekan di Kota Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan omzet pedagang di lokasi tersebut cukup positif meskipun sempat terdampak cuaca ekstrem pada awal Ramadan.

“Alhamdulillah, hampir tiap malam ada kegiatan hiburan dan tingkat kunjungan lumayan tinggi. Kalau dikalkulasikan, omzet rata-rata pedagang mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per hari,” katanya, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, total transaksi yang mencapai Rp780.000.000 tersebut dinilai cukup tinggi untuk skala pasar takjil musiman yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Namun, pada tahun ini tingkat kunjungan dinilai sedikit terpecah karena munculnya banyak pusat penjualan takjil di sejumlah titik di Kota Mataram.

“Memang terpecah karena sekarang banyak titik baru. Di eks Bandara Selaparang ada, begitu juga di sepanjang Jalan Majapahit. Masyarakat sekarang punya banyak pilihan,” jelasnya.

Selain itu, kondisi cuaca juga menjadi tantangan pada awal Ramadhan 2026. Curah hujan yang tinggi menyebabkan jumlah pengunjung sempat menurun sebelum kembali stabil dalam sepekan terakhir. “Kemarin faktor hujan juga sangat berpengaruh. Sejak awal Ramadan curah hujan cukup tinggi dan nonstop,” imbuhnya.

Untuk menarik pengunjung, Dispar Kota Mataram mengemas kawasan Udayana dengan berbagai kegiatan bertema “Maen di Kampoeng”, seperti lomba azan subuh, lomba mewarnai, Kampoeng Idol, hingga fashion show. Berdasarkan data Dispar, jumlah kunjungan pada hari kerja berkisar antara 500 hingga 700 orang, sedangkan pada akhir pekan mencapai 800 hingga 1.500 pengunjung per malam.

Cahya menambahkan seluruh lapak di lokasi tersebut diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM tanpa biaya sewa sebagai upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Lapak ini kami berikan secara gratis tanpa dipungut biaya sewa kepada UMKM. Kami ingin memastikan ekonomi terus bergerak. Dengan adanya live music religi dan giveaway voucer belanja,“ katanya.

- Advertisement -

Berita Populer