Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 165 pahlawan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Majeluk, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya merupakan pahlawan tidak dikenal yang gugur di medan perang tanpa identitas.
“Pahlawan tidak dikenal ini banyak dari sipil. Pada saat meninggal tidak diketahui identitasnya. Makamnya ada di sana. Tidak ada foto yang kita pajang di papan informasi ini,” kata Pengurus TMP Majeluk Mataram, Fahrurrozi, Senin (10/11) pagi.
Fahrurrozi menjelaskan, para pahlawan yang dimakamkan di TMP Majeluk memiliki kisah perjuangan berbeda. Beberapa di antaranya bahkan dimakamkan tanpa kepala, namun tetap diketahui identitasnya dari keterangan keluarga. “Ada juga yang tanpa kepala pahlawan yang dimakamkan di sini. Kita dapatkan identitasnya dari kerabatnya,” ujarnya.
Menurutnya, makam di TMP Majeluk dibagi menjadi dua kategori, yaitu makam pahlawan dan makam bahagia. Makam pahlawan diperuntukkan bagi mereka yang wafat setelah berjuang, termasuk yang meninggal pada tahun 2025, sedangkan makam bahagia untuk mereka yang gugur saat bertugas atau dalam pertempuran. Saat ini terdapat 102 makam pahlawan dan 63 makam bahagia. “Ada yang meninggal saat bertugas,” tambahnya.
Pada tahun 2025, terdapat satu pahlawan baru yang dimakamkan di TMP Majeluk, yaitu Muhadi, pahlawan dari TNI Angkatan Darat yang lahir pada 1942 dan wafat pada 2025. “Ada tiga pahlawan di NTB yang dimakamkan di sini, yaitu Gubernur NTB, Bupati Lombok, dan Pendiri Universitas 45,” jelasnya.
Selain menjadi tempat penghormatan, TMP Majeluk juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi pelajar dari berbagai tingkatan. “Kita juga terima kunjungan peserta didik, biasanya dari Taman Kanak-Kanak hingga sekolah menengah,” kata Fahrurrozi.
Ia menambahkan, suasana TMP Majeluk tidak menyeramkan karena tertata rapi, bersih, dan dilengkapi penerangan malam hari, terutama setiap peringatan 17 Agustus. “Ini kan sudah rapi. Jadi tidak ada rasa takut,” tutupnya.

