25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramUrai Kemacetan Jalan Dakota, Dishub Mataram Atur ATCS dan Terjunkan Petugas

Urai Kemacetan Jalan Dakota, Dishub Mataram Atur ATCS dan Terjunkan Petugas

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram menyiapkan petugas lapangan dan mengoptimalkan sistem ATCS untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik pada jam tertentu, terutama di kawasan Dakota, Jalan Gajah Mada, serta Jalan Pejanggik pada Jumat (5/12) siang. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait kepadatan arus lalu lintas di Kota Mataram.

Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan kemacetan juga sering muncul di Sekarbela dan Kebon Roek. Ia menjelaskan bahwa petugas diterjunkan pada titik-titik rawan macet, sementara teknologi ATCS digunakan untuk menyesuaikan siklus lampu lalu lintas sesuai kondisi di lapangan.

“Itu bisa mengatur siklus lampu merah. Misalnya dari utara panjang kita lebih lamakan lampu hijau. Sehingga bisa terurai. Hal itu yang dilakukan,” katanya.

Selain langkah cepat, Dishub juga melakukan survei lalu lintas untuk memetakan potensi kemacetan, termasuk saat kantor wali kota yang baru mulai beroperasi. Zulkarwin menyebut uji coba bus sekolah dilakukan untuk melihat respons masyarakat terhadap transportasi publik.

“Ada hal-hal yang memang harus kita lakukan dan kita petakan. Kita coba uji coba bus sekolah. Ini untuk melihat respon masyarakat transportasi public,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kemacetan dipengaruhi berbagai faktor, seperti aktivitas jualan di pinggir jalan dan banyaknya titik U-turn. “Hal-hal ini yang selalu kita identifikasi,” katanya. Dishub Kota Mataram juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi NTB untuk menyusun pola penanganan yang lebih komprehensif. “Kita akan komunikasikan juga supaya pola penanganannya bisa lebih komprehensif,” katanya.

Terkait kepadatan di Bundaran Metro, Zulkarwin menyebut kondisi tersebut biasanya terjadi saat atau setelah hujan karena meningkatnya penggunaan kendaraan roda empat. “Kemacetan itu tidak lama. Kalau hujan mobil banyak yang keluar. Biasanya situasi seperti itu kita turunkan personil,” tutupnya.

- Advertisement -

Berita Populer