25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaOrganisasiGelar PMP di Mataram, Tim Dosen STIA Mataram Ajak Usaha Masyarakat Berkembang

Gelar PMP di Mataram, Tim Dosen STIA Mataram Ajak Usaha Masyarakat Berkembang

Mataram (Inside Lombok) – Tim Dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram sukses melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP). Kegiatan yang merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan Dosen ini berdasarkan Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0419/C3/DT.05.00/2025 tanggal 22 Mei 2025 tentang Penerima Program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025.

Program ini diketuai oleh Siti Yulianah M. Yusuf, S.E.,M.M dan beranggotakan H. Syaumudinsyah, S.H.,M.M dan Basuki Sri Hermanto, S.Sos.,M.M., serta dua orang mahasiswa pendamping dari Program Studi Ilmu Administrasi Niaga yaitu Budiman dan Anggi Febrianti.

Proses pembuatan produk di Usaha Sambal Hayati. (Inside Lombok/Ist)

Program PMP ini mengambil judul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Usaha Peningkatan Sambal Hayati dengan Diversifikasi Produk, Penguatan Manajemen Usaha, dan Perluasan Pemasaran di Ampenan Kota Mataram”. Usaha Sambal Hayati didirikan sejak Juli 2013, berlokasi di Lingkungan Banjar, Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, yang diketuai oleh ibu Hj. Baiq Hayati dan beranggotakan 5 orang ibu-ibu di lingkungan sekitar.

“Walaupun usaha ini sudah cukup lama berdiri yaitu hampir 12 tahun, namun usaha ini tidak berkembang. Setelah tim melakukan observasi, kami menemukan 3 permasalahan utama yaitu terkait aspek produksi, aspek manajemen usaha dan aspek pemasaran,” ujar Yuli.

Penyerahan bantuan untuk Usaha Sambal Hayati. (Inside Lombok/Ist)

Tim telah melakukan kegiatan sosialisasi selama 2 hari, yaitu pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2025, di mana pada kegiatan sosialisasi tim merekomendasikan pembenahan pada aspek produksi. Melalui pemberian alat bantuan produksi yang didanai oleh Dikti, diharapkan mitra dapat meningkatkan kapasitas produksi melalui penggunaan alat produksi yang lebih modern dan dengan kapasitas yang lebih besar. Selanjutnya perlu pembenahan dapur produksi agar lebih tertata rapi, sehingga produk yang dihasilkan tetap terjaga kualitas dan kebersihannya.

“Kemudian pada aspek manajemen usaha, tim merekomendasikan pembenahan catatan keuangan serta sistem pembagian honor sesuai dengan beban kerja masing-masing anggota mitra,” jelas Yuli.

Tim STIA Mataram saat mengisi program PMP di Kelurahan Banjar, Ampenan, Mataram. (Inside Lombok/Ist)

Selanjutnya pada aspek pemasaran, tim merekomendasikan mitra melakukan diversifikasi produk, di mana mitra tidak hanya fokus pada satu jenis sambal saja yaitu sambal bawang saja, tetapi mengangkat ciri khas daerah Lombok lainnya seperti sambal bajo, sambal lindung, sambal taliwang, dan lain-lain sehingga pilihan konsumen lebih variatif. Mitra dibimbing untuk selalu berinovasi, memperbaiki kemasan produk, melakukan promosi secara gencar melalui e-commerce atau media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas, karena selama ini mitra hanya mengandalkan pesanan dari mulut ke mulut.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan adanya peningkatan level keberdayaan mitra melalui pembenahan ketiga aspek tersebut, sehingga terjadi peningkatan usaha. Dimana tujuan pelaksanaan PKM ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang ke 2 dan 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kemandirian bangsa, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif dan pengembangan infrastruktur.

- Advertisement -

Berita Populer