25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaOrganisasiMIM Foundation Lawan Stunting, Kembang Telur Omega dari Wakaf Produktif

MIM Foundation Lawan Stunting, Kembang Telur Omega dari Wakaf Produktif

Mataram (Inside Lombok) – Stunting menjadi momok yang menghantui masa depan generasi bangsa, terus menjadi fokus utama berbagai pihak di NTB. Di tengah upaya masif penanganannya, MIM Foundation NTB hadir dengan terobosan unik dan berkelanjutan. Yakni program wakaf produktif ayam petelur omega. Sebuah inisiatif yang tidak hanya menjanjikan gizi optimal untuk anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Beberapa waktu lalu ada diskusi dengan dinas kesehatan NTB, bagaimana mencegah stunting ini, (produksi,red) telur ini salah satu caranya,” ungkap Ketua MIM Foundation NTB, M. Romi Saefudin, Jumat (20/6).

Dari pemikiran tersebut, lahirlah sebuah rencana bisnis (business plan) matang untuk budidaya ayam petelur layer. Pihaknya melihat potensi besar pada sektor peternakan ayam layer sebagai solusi yang paling memungkinkan. Untuk mewujudkan proyek tersebut, MIM Foundation bergerak cepat dengan menggalang dana.

“Sebanyak Rp270 juta berhasil terkumpul di bank syariah (dana wakafnya). Dari nilai itu kita kembangkan project wakaf ayam petelur. Kemarin kita beli ayam yang sudah siap produksi sekitar umur 19 minggu dan produktivitasnya masih di angka 60 kotak (telur omega,red),” bebernya.

Dijelaskan, bahwa ini (hasil produksi,red) baru 30 persen dari kapasitas yang ada dan akan terus meningkat. Program yang sudah digagas sejak tiga bulan lalu ini menunjukkan progres positif, dengan produktivitas yang baru berjalan sebulan namun diprediksi akan terus menanjak hingga 60, 70, bahkan 90 persen.

“Saat ini, total populasi ayam petelur kita telah mencapai 2.500 ekor. Kami akan terus tambah lagi. Targetnya bisa mencapai 6.000 ekor ayam petelur, dengan harapan setiap ekor dapat menghasilkan satu butir telur per hari dan bisa kita penuhi permintaan,” jelasnya.

Sementara itu, dengan mengembangkan telur omega tentunya memberikan dampak yang positif. Pasalnya, keunggulan telur omega adalah gizi super dan pasar menjanjikan. Meskipun ada dua jenis telur ayam di pasaran, telur biasa dan telur omega. Namun pihaknya secara strategis fokus pada pengembangan telur omega.

“Telur ayam itu kan ada dua yang omega dan telur biasa, tapi secara rate kita coba di angka 200 ekor yang omega (untuk diawal kemarin,red), ternyata pertumbuhannya bagus dan sales pasarnya juga habis terus, yang beli antri terus jadi kita naikkan populasi yang omega,” jelasnya.

Telur omega ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Dikenal dengan kandungan DHA yang tinggi, telur ini sangat baik untuk perkembangan otak dan tubuh anak, menjadikannya senjata ampuh dalam melawan stunting. Di pasaran, telur omega umumnya dibanderol Rp 40.000-50.000 per 10 butir. Namun, MIM Foundation berhasil menawarkan harga yang lebih terjangkau.

“Kalau kita di MIM alhamdulillah bisa di angka Rp 30-35 ribu, kualitasnya kita bandingkan alhamdulillah lebih kental (hasil telur omega MIM Foundation, Red),” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer