24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaPariwisataNTB Tak Hanya Andalkan MICE, Pesona Alam Jadi Senjata Utama Gaet Wisatawan

NTB Tak Hanya Andalkan MICE, Pesona Alam Jadi Senjata Utama Gaet Wisatawan

Mataram (Inside Lombok) – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB mengambil langkah untuk terus menarik wisatawan ke Bumi Gora. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, fokus utama kini tertuju pada daya tarik wisata alam (leisure), wisata olahraga (sport tourism), dan petualangan (adventure). Sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) untuk sementara tidak menjadi andalan utama.

Ketua Astindo NTB, Sahlan M Saleh, mengungkapkan bahwa upaya maksimal terus dilakukan untuk mendatangkan wisatawan yang tidak terpengaruh oleh efisiensi anggaran. Saat ini menjadi prioritas adalah mengoptimalkan potensi wisata rekreasi, olahraga, dan petualangan. “Kita terus berupaya agar semakin banyak wisatawan tertarik dengan jenis wisata ini,” ujarnya.

Menurutnya, dalam situasi keterbatasan anggaran seperti sekarang, peningkatan kunjungan wisatawan melalui daya tarik alam dan petualangan menjadi kunci untuk menjaga tingkat hunian hotel di NTB. Sehingga untuk saat ini, pihaknya tidak bisa berharap banyak terhadap MICE dan memanfaatkan peluang lainnya untuk meningkatkan kunjungan ke NTB.

“Tapi kita tetap menjalin kemitraan untuk mengupayakan kedatangan event MICE ke NTB. Meskipun target kunjungan wisatawan ke NTB tahun ini ditetapkan sebesar 2,5 juta, kami optimis bisa tercapai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, bahkan diperkirakan jumlah kunjungan sebenarnya telah melampaui angka tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Pasalnya, masih banyak tempat-tempat yang menjadi tujuan wisatawan, bahkan hingga ribuan wisatawan bisa datang. Seperti di Tiga Gili, yang mana menjadi jalur masuknya wisatawan, baik lokal maupun wisatawan mancanegara.

Di Gili saja hampir mencapai satu juta per tahun. Belum lagi kedatangan wisatawan melalui kapal pesiar yang mencapai ratusan ribu kunjungan, serta wisatawan yang tiba melalui bandara.
“Jika kita kalkulasikan, pengeluaran minimal wisatawan asing adalah Rp 10 juta dan wisatawan domestik Rp 3 juta. Dengan angka kunjungan saat ini, potensi pendapatan pariwisata NTB bisa mencapai sekitar Rp 3-4 triliun per tahun,” jelasnya.

Sementara itu, menyikapi perubahan tren wisatawan yang kini lebih tertarik pada pariwisata berbasis kesadaran. Astindo NTB terus mengembangkan strategi yang inovatif. Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengembangkan pariwisata berbasis ekosistem.

“Kita akan bekerja sama dengan KKP untuk membuat produk atau paket wisata yang mengangkat potensi ekosistem kelautan NTB. Kita harus pandai berinovasi dan menarik pasar dengan strategi yang efektif. Jika kita hanya mengandalkan cara yang biasa, tingkat kunjungan ulang wisatawan akan rendah,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer