Lombok Barat (Inside Lombok) – Akan digelar akhir pekan nanti, perhelatan Pujawali dan Perang Topat di Taman Lingsar, Lombok Barat tahun 2024 diklaim akan berlangsung lebih meriah. Kadispar Lobar, Agus Gunawan memaparkan bahwa Pujawali dan Perang Topat 2024 ini dijadwalkan akan digelar sejak tanggal 10 hingga 18 Desember mendatang.
Event ini pun diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Karena selain diisi dengan pertunjukan seni oleh para pelajar di Lobar. Namun event ini juga akan diramaikan dengan pameran pusaka desa, kolaborasi dengan Museum NTB. Kemudian pameran foto budaya oleh komunitas Lombok Phonegraphy, atraksi peresean, pameran produk kerajinan UMKM, serta berbagai kegiatan menarik lainnya.
“Tahun ini kita berkolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya kolaborasi bersama Museum Negeri NTB dengan menambahkan kegiatan pameran pusaka desa sebagai salah satu rangkaian event utama Perang Topat. Ini memang konteksnya pas, karena Perang Topat dan pameran pusaka desa ini sama-sama terkait dengan budaya,” terang Agus, usai menghadiri ekspose final event Pujawali dan Perang Topat tahun 2024 di ruang rapat Jayengrane, Selasa (10/12/2024).
Dia menyebut bahwa pihaknya ingin agar setiap tahun ada pengembangan dari kualitas penyelenggaraan Pujawali dan Perang Topat. Yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) kementerian pariwisata ini.
Diakui Agus, sejumlah evaluasi juga sudah dilakukan. Sehingga dia sangat berharap agar pelaksanaan event tahun ini bisa berjalan lancar, kondusif, tepat waktu dan sesuai dengan perencanaan yang sudah disusun. Selain itu, dia juga berharap ada peningkatan wisatawan yang hadir menyaksikan event ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Peningkatan kualitas pendukung seperti panggung, penataan lokasi itu juga tetap kita perhatikan. Kita evaluasi dari tahun lalu, berdasarkan masukan dari pihak Kementerian Pariwisata juga. Intinya bagaimana pelestarian budaya ini tetap ada setiap tahun dan penyelenggaraannya harus meningkat, baik dari pelaksanaan, maupun dari segi jumlah peserta yang terlibat. Tidak hanya masyarakat lokal Lingsar saja,” beber pria berkaca mata ini.
Dari lokasi yang sama, Kades Lingsar, Sahyan juga memaparkan terkait kesiapan masyarakat setempat untuk penyelenggaraan salah satu event pariwisata andalan Kabupaten Lombok Barat ini.
“Kondisi menjelang Perang Topat di desa kami (Lingsar) itu kondusif, tidak ada persoalan. Untuk menyambut upacara ritual Perang Topat ini masyarakat kami sangat antusias, senang, dan bergembira,” ucap Sahyan.
Pihaknya juga berupaya memastikan, agar upacara ritual budaya ini berjalan sesuai jadwal. Atau sesuai penanggalan purnama, yakni tanggal 15. “Apapun persoalan yang terjadi. Tapi saya tegaskan kondisi di desa itu sepenuhnya kondusif,” tegasnya.
Rangkaian Event Pujawali dan Perang Topat 2024 di Taman Lingsar ini akan digelar selama tujuh hari. Kegiatan diawali dengan atraksi tarung presean mulai tanggal 10-13 Desember 2024. Pengunjung juga akan dihibur dengan atraksi musik dan tari tradisional, serta tari kreasi sejak tanggal 13 sampai dengan hari puncak nanti di tanggal 15 Desember.
Sehari sebelum acara puncak, tepatnya pada tanggal 14 Desember, di siang harinya akan ada acara Roah Gubug yang dilakukan oleh masyarakat Muslim Sasak. Kemudian sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Mendak Betare yang dijalankan oleh umat Hindu. Lalu ditutup dengan prosesi Ngeliningan Kaoq, di mana umat Hindu dan Muslim Sasak akan mengarak kerbau keliling memutari pura Gaduh dan bangunan Kemalik yang berada di Taman Lingsar.
Kemudian pada saat hari H, 15 Desember nanti, kegiatan dimulai dengan pameran pusaka desa yang menghadirkan benda-benda pusaka dari 10 desa yang ada di Kecamatan Lingsar dan Narmada. Di mana hari itu juga akan digelar Pujawali oleh umat Hindu, sembari menunggu Rarak Kembang Waru yang merupakan istilah waktu dimulainya Perang Topat. Yang merupakan prosesi adat yang menjunjung keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
Di mana ritual Melayagin, Beteteh atau Ngelukar, dan Bukak Botol Momot akan menjadi event penutup dalam rangkaian Perang Topat ini. Yang akan dilaksanakan pada 18 Desember mulai pukul 11.00 – 18.00 Wita. (yud)

