Sensasi Berwisata Virtual, ‘Dream Now Visit Lobar Tomorrow’

Acara Malean Sampi yang biasa digelar di Kecamatan Narmada dan Lingsar, dapat masuk dalam agenda tur virtual untuk Lombok Barat. (Inside Lombok/dok)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pandemi covid-19 memunculkan alternatif baru dalam berwisata. Salah satunya dengan cara virtual. Ini bisa menjadi pengalaman baru bagi wisatawan. Sebagai referensi mereka sebelum benar-benar melancong setelah pandemi covid-19 berakhir.

Muhammad Fahd Hamka, seorang warga Sangatta Kalimantan Timur harus menunda kedatangannya ke Lombok. Penyebabnya, tentu saja akibat pandemi covid.

”Batal lagi ini. Padahal sudah berencana dari awal tahun,” katanya via aplikasi WhatsApp kepada Inside Lombok, Senin (10/08/2020).

Bagi Fahd, Lombok bukan destinasi wisata baru. Lombok sudah seperti rumah keduanya. Ingin selalu datang. Fahd mengaku jatuh cinta dengan alam dan budaya Lombok. Sudah tiga kali ia datang. Terakhir dua tahun lalu.

Meski sudah tiga kali datang, Fahd belum mengeksplor seluruh Lombok. Ia hanya berkunjung ke destinasi yang mainstream. Seperti tiga gili di Lombok Utara dan Pantai Kuta di Lombok Tengah.

Ada satu destinasi yang membuat Fahd ingin kembali datang ke Lombok. Salah satunya, keindahan alam di wilayah Sekotong, Lombok Barat (Lobar) Gugusan pulau-pulau kecil nan indah, kembali menarik hasratnya untuk melancong ke sana.

Pulau kecil atau biasa disebut gili bukan barang baru bagi pria 33 tahun ini. Apalagi ia sebelumnya pernah datang mengunjungi Gili Trawangan di Lombok Utara. Bagi Fahd, gili di Sekotong berbeda.

”Di sana gak crowded. Lebih sepi, lebih tenang,” tuturnya.

Referensi itu ia peroleh dari internet. Secara virtual. Melihat video-video yang diunggah vlogger maupun instansi pemerintah. Melalui medium media sosial, seperti YouTube, Facebook, hingga Instagram.

Apa yang dilakukan Fahd, secara tidak langsung merupakan wisata virtual. Melihat keindahan dan daya tarik destinasi secara daring.

Melalui internet, Fahd bisa mendengar secara langsung debur ombak di Gili Nanggu, Sekotong. Termasuk birunya laut di Gili Gede. Hingga teriakan-teriakan penyemangat dari joki-joki di acara Malean Sampi.

Fahd memupuk mimpinya lebih awal. Dari gambar dan video yang ditampilkan di internet. Untuk kemudian datang ke Lombok Barat. Dream Now, Visit Tomorrow, seperti tagar yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) untuk promosi pariwisata di masa pandemi.

Tur virtual, memang menjadi alternatif yang paling masuk akal saat pandemi covid. Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, mengunggah sebanyak-banyaknya video destinasi di Lobar. Kedua, menampilkan secara live (langsung), misalnya melalui aplikasi zoom, terkait event pariwisata. Entah berkaitan dengan acara budaya maupun destinasinya langsung.

Penyelenggara tur virtual bisa siapa saja. Dari pemerintah maupun kelompok sadar pariwisata (Pokdarwis). Sebaiknya, ketika tur virtual ini, ada salah satu pemandu. Ia harus bisa menceritakan sejarah maupun daya tarik yang ada di destinasi.

Ada banyak yang bisa dieksplor di Lombok Barat dalam virtual tur. Mulai dari acara budaya seperti Perang Topat hingga Malean Sampi. Tur ini juga bisa merambah destinasi alam yang indah di Lombok Barat.

Bagi Anggota Komisi II DPRD Lobar Abdul Majid, virtual tur merupakan cara yang paling memungkinkan untuk dilakukan di masa pandemi ini.

”Kita tahu ada protokol terkait social dan physical distancing. Belum lagi harus rapid test dan swab test untuk bepergian. Sehingga ini bisa jadi solusi, untuk sampai normal kembali dan melakukan tur yang tidak bersifat virtual,” kata Majid.

Tentu, virtual tur tidak akan mendapatkan pengalaman yang sama. Selayaknya seperti ketika wisatawan pelesir langsung ke destinasi. Wisatawan tidak bisa merasakan langsung pengalaman soal kenangan hingga kebersihan.

”Sangat jauh untuk menghadirkan pengalaman berwisata yang sebenarnya,” tuturnya.

Meski begitu, tur virtual bisa menjadi win-win solution untuk pandemi sekarang. ”Why not? Apalagi sekarang masyarakat sudah familiar dengan jejaring sosial. Ini juga bisa sebagai ajang promosi,” kata Majid.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H Saepul Ahkam mengatakan, pihaknya ingin membuat orang bermimpi untuk datang ke Lombok, khususnya Lombok Barat. ”Pola hari ini, bagaimana membangun, membuat, dan mendesain promosi yang sifatnya virtual,” kata Ahkam.

Ahkam tertarik mengenai cara ini. Dispar bisa saja melakukan itu. Mengunggah kembali dokumen-dokumen mereka. Untuk ditampilkan secara virtual.

”Kita lakukan dulu secara monolog. Setelah itu ke tahapan dialog, seperti di zoom misalnya,” ujar Ahkam.