Belasan Sekolah Negeri di Loteng Kekurangan Siswa

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, HM. Nazili mengatakan, banyak sekolah negeri di Lombok Tengah kekurangan siswa. Ini terjadi karena berbagai faktor.

“Belasan sekolah yang kekurangan siswa. Maka perlu diskusi yang panjang untuk membahas persoalan ini,”ujar Nazili, Senin (15/2/2021) di Praya.

Beberapa sekolah yang kekurangan siswa di antaranya adalah SD Negeri Selebung dan SMP 7 Praya.

“Di Selebung hanya 40 siswa dari kelas I-VI. Kita sudah terima laporan. Tapi banyak sekolah lain yang jumlah muridnya lebih rendah”katanya.

Dikatakan, penyebab banyak sekolah negeri kekurangan siswa lantaran kalah bersaing dengan sekolah lain. Baik itu sekolah swasta maupun negeri.

Di samping itu, saat ini sekolah swasta berbondong-bondong dibangun. Sehingga sebaran siswa makin banyak. Akibatnya, banyak ruang kelas di sekolah negeri tidak terpakai.

“Banyak sekolah yang tidak terpakai. Karena berbondong-bondong dibangun sekolah, sekolah negeri juga kalah bersaing. Murid terbatas,”ujarnya.

Oleh sebab itu, menurut dia tidak masalah kalau kemudian sekolah negeri yang kekurangan siswa digabung dengan sekolah terdekat. Dengan demikian, mutu pendidikan bisa lebih terjamin.

Ke depan, pembangunan sekolah juga harus melalui hasil kajian yang mendalam, baik itu terkait dengan potensi siswa dari lingkungan terdekat maupun peluang sekolah untuk tetap bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

“Karena percuma sekolah dibangun kalau tidak ada muridnya,”kata Nazili.

Di samping itu, perlu ada pembatasan pembangunan sekolah jenjang SMP di dalam kota. Dengan demikian, murid akan terbagi rata. Tidak ada lagi sekolah favorit dan siswa tidak perlu bersekolah ke kota. Sehingga siswa bisa bersekolah di sekolah terdekat dari lingkungannya.

Yang tak kalah penting, sekolah dilarang menerima siswa melebihi daya tampung yang ada.

“Jangan sampai murid terus ditambah dengan bangun ruang belajar baru. Kalau ini diberlakukan, kita juga akan bisa mengatur sebaran murid. Selama ini itu yang jadi keluhan sekolah di pinggiran,”katanya.