Selain BDR, Disdik Lobar Juga Terapkan Sistem Luring dan Kombinasi

H. Haerudin, Sekretaris Disdik Lobar saat ditemui di kantor Disdik Lobar. Rabu (05/08/2020). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Barat masih menerapkan kebijakan untuk tetap Belajar Dari Rumah atau dikenal dengan istilah BDR. Termasuk penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021. Disdik juga berupaya membackup dengan sistem luring (luar jaringan).

“Saat ini sudah jelas pemerintah mengatakan tidak boleh tatap muka disekolah, karena wilayah kita kan masih zona merah dan keputusan itu sudah final,” jelas Sekretaris Disdik Lobar H. Haerudin, di Gerung, Rabu (05/08/2020).

Namun terkait sampai kapan kebijakan tersebut akan diberlakukan, akan disesuaikan dengan kondisi dan juga bagaimana kebijakan pemerintah daerah ke depannya.

Walau sistem BDR yang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) ini dinilai masih banyak kekurangan. Namun Disdik Lobar mengantisipasi hal tersebut dengan menerapkan sistem luring (luar jaringan) dan sistem kombinasi.

“Memang dalam situasi yang tidak ideal, kita akui memang ini tidak bisa berjalan dengan maksimal, tetapi ketidakmaksimalan ini kita kurangi dengan sistem yang lain, yakni sistem luring dan sistem kombinasi” sambungnya.

Dalam sistem kombinasi ini, siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran secara daring, baik itu karena tidak memiliki hp atau yang memiliki masalah dengan kuota. Hal tersebut kata Haerudin, dapat diantisipasi dengan menggunakan satu perangkat berdua bersama temannya atau nebeng.

Terkait dengan sistem luring, dicontohkan Haerudin, para guru dan siswa di Sekolah Dasar membuat pos pos belajar. Seperti di berugak warga yang bisa mengumpulkan 3 orang siswa. Dan para guru yang bertugas untuk datang menemui para siswa tersebut di pos pos belajar yang telah ditentukan.

“Dan saat ini, sekolah sudah melaksanakan itu” tuturnya.

Sistem ini juga dirasa efektif karena dapat menjadi ajang untuk menjalin komunikasi antara pendidik dengan orang tua siswa.