Banjir Bandang di Kota Bima, TNI Bersihkan Jalan Bersama Warga

Kota Bima (Inside Lombok) – Banjir bandang yang terjadi di Kota Bima pada Kamis (28/03/2019) sore kemarin telah merusak sawah, ladang, merusak beberapa rumah warga, serta menggenangi sekian ruas jalan. Beberapa jalan di Kota Bima sendiri dilaporkan tertimbun lumpur yang dibawa oleh banjir tersebut.

Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, menerangkan bahwa setelah diguyur hujan selama satu jam, Kota Bima dilanda banjir bandang yang cukup parah. Beberapa rumah warga dilaporkan rusak, dan sangat membutuhkan bantuan untuk membersihkan sisa lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga maupun menutupi akses jalan.

Untuk mempercepat pemulihan kondisi jalan, Bambang menerangkan bahwa Kodim 1608/Bima bersama masyarakat pun bergotong royong membersihkan ruas-ruas jalan tersebut, salah satunya di jalan lintas Ntobo menuju Kelurahan Busu.

Pihaknya menurunkan anggota Kodim 1608-01/Rasanae Timur untuk membantu masyarakat membersihkan sisa bajir di Kota Bima, bersama-sama dengan masyarakat yang ada di RT 14 dan RT 15 sekitar jalur lintas Ntobo-Busu.

“Para personel kita turunkan untuk membantu masyarakat pascabanjir yang melanda Kota Bima. Anggota Kodim melaksanakan gotong royong bersama masyarakat RT 14 dan RT 15 yang ada di lingkungan Busu, guna membersihkan sisa material lumpur yang dibawa banjir dan menutupi ruas jalan lintas Ntobo – Busu sepanjang 50 meter” ujar Bambang.

Sebelumnya hujan deras yang mengguyur Kota Bima selama satu jam tersebut mengakibatkan banjir bandang yang menggenangi tujuh Kelurahan di Kota Bima. Antara lain Kelurahan Jatibaru, Melayu, Nae, Jatiwangi, Santi, Sarae dan Kelurahan Ule.

Banjir tersebut berasal dari luapan sungai yang mengirimkan air bercampur lumpur yang kemudian merendam pemukiman warga dengan ketinggian hampir mencapai 1 meter. Beberapa warga dilaporkan harus mengungsi karena banjir tersebut.

Di Kelurahan Jatibaru sendiri dilaporkan sebanyak 340 KK yang rumahnya digenangi air. Sedangkan di Kelurahan Jatiwangi terdapat 70 KK, Nae 180 KK, Santi sebanyak 45 KK, Sarae 50 KK dan Ule 87 KK, serta di Kelurahan Melayu sebanyak 220 KK.