Tangis Orang Tua Bocah Korban Tenggelam di Bekas Galian Tambang Pecah dari Malaysia

Puluhan orang memandangi jenazah Olivia Khairunnisa untuk terakhir kalinya dengan disertai isak tangis, di Pringgasela, Rabu (20/01/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Olivia Khairunnisa, salah seorang bocah perempuan berusia 6 tahun yang ditemukan meninggal dunia pada kubangan air sedalam dua meter yang merupakan bekas galian tambang.

Olivia yang masih duduk di bangku kelas 1 di salah satu Sekolah Dasa (SD) di Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dikenal oleh lingkungannya sebagai anak yang riang gembira dan ramah bergaul dengan anak sebayanya.

Setiap harinya ia menghabiskan waktunya untuk bermain layaknya anak pada umumnya. Akan tetapi, di balik keceriaannya setiap hari, ia tak dapat merasakan kasih sayang orang tuanya. Karena kedua orang tuanya pergi merantau ke Malaysia untuk mencari biaya hidup dan sekolahnya.

“Dari kecil ia diasuh oleh saudara saya, adik dari bapak Olivia. Ia diasuh selayaknya anak sendiri dengan kasih sayang,” ucap Bakhtiar selaku paman dari Olivia, Rabu (20/1/2021).

Dari pengakuan Bakhtiar, bapak dan ibu Olivia pernah pulang dari Malaysia untuk melihat kondisi Olivia. Akan tetapi pertemuan anak dan ibu bapak itu hanya beberapa bulan saja. Namun Olivia yang sudah nyaman bersama paman bibinya tidak pernah mempertanyakan kapan bapak ibunya pergi maupun pulang menemuinya.

Akan tetapi penyesalan kedua orang tua Olivia itu terasa ketika berita duka datang dari pamannya, bahwa si kecil Olivia Khairunnisa yang kesehariannya riang gembira harus lebih dulu menghadap Sang Ilahi. Olivia dikabarkan meninggal tenggelam di sebuah kubangan bekas tambang pada Selasa (20/01/2021).

“Ketika saya hubungi keduanya melalui sambungan telepon dan memberitahukan berita duka itu, sontak kedua orang tua Olivia menangis histeris,” tutur Bakhtiar.

Akan tetapi apalah yang perlu disesalkan, setiap manusia sudah memiliki takdir masing-masing yang ditetapkan oleh sang pencipta. Keluarga besar Olivia menerima duka tersebut dan mempercayai sebagai takdir yang telah ditetapkan oleh sang pencipta terhadap si kecil Olivia Khairunnisa.

Pada akhirnya, Olivia ke peristirahatan terakhirnya tanpa didampingi kedua orang tuanya. Karena orang tuanya tidak bisa pulang, terbentur kontrak kerja yang masih lama.