Masrun Paling Tajir, Ini Daftar Kekayaan Paslon Pilkada di Loteng

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah sudah memasuki tahapan kampanye sejak Sabtu (26/9/2020).

Masing-masing pasangan calon (Paslon) juga diketahui sudah memasukkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini sebagai bentuk transparansi untuk mencegah tindak pidana korupsi.

Dari data yang dihimpun Inside Lombok, calon Bupati Lombok Tengah, H. Masrun menjadi calon kepala daerah terkaya.

Harta kekayaan mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi per 2019 yang dilaporkan pada 20 Maret 2020 itu mencapai Rp44.288.350.000. Yang terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp41.942.050.000. Alat transportasi dan mesin senilai Rp1.041.000.000.

Kemudian harta bergerak lainnya senilai Rp3.616.500.000. Kas dan setara kas Rp398.800.000. Harta lainnya Rp360.000.000 dan hutang Rp3.070.000.000.

Calon kepala daerah kedua terkaya adalah H. Lalu Pathul Bahri yang mencapai Rp10.994.178.000. Jumlah kekayaan per 2019 yang dilaporkan Wakil Bupati Lombok Tengah pada 17 Maret 2020 itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp10.575.000.000.

Alat transportasi dan mesin senilai Rp 106.000.000. Harta bergerak lainnya Rp267.5000.000, kas dan setara kas Rp45.678.000.

Ahmad Ziadi menempati posisi ke tiga dengan kekayaan sebesar Rp9.929.962.000.
Kekayaan mantan anggota DPRD Loteng per 2019 yang dilaporkan pada 15 Januari 2020 itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp10.525.000.000. Alat transportasi dan mesin Rp181.000.000. Harta bergerak lainnya senilai Rp315.000.000, kas dan setara kas Rp1.500.000 dan hutang Rp1.092.538.000.

Lalu Saswadi menempati posisi ke empat dengan kekayaan Rp4.844.650.000. Jumlah kekayaan per 2019 yang dilaporkan calon independen pada 14 Januari 2020 itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 4.664.500.000. Kemudian alat transportasi dan mesin senilai Rp257.500.000 serta kas dan serta kas senilai Rp11.400.000. Hutang sebesar Rp122.500.000.

Di posisi ke lima ditempati Lale Prayatni dengan kekayaan sebesar Rp3.431.320.336. Harta kekayaan per 2019 yang dilaporkan pada 4 Februari 2020 itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp3.387.900.000.
Lalu alat transportasi dan mesin senilai Rp50.100.000 dan harta bergerak lainnya senilai Rp135.303.350 serta kas setara kas senilai Rp25.352.349. Hutang sebesar Rp167.335.336.

H. Sumum menyusul di posisi ke enam dengan kekayaan sebesar Rp2.404.304.240. Kekayaan Sumum per 2019 yang dilaporkan pada 30 Maret 2020 itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp2.264.000.000, alat transportasi dan mesin senilai Rp118.000.000. Kemudian harta bergerak lainnya senilai Rp73.775.000 dan kas setara kas senilai Rp29.000.000. Terdapat hutang sebesar Rp80.470.760.

Adapun di posisi ke tujuh calon kepala daerah terkaya adalah Habib Ziadi yakni Rp 2.419.414.141. Harta kekayaan per 2019 yang dilaporkan pada 5 September 2020 itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp1.635.000.000. Alat transportasi dan mesin senilai Rp700.000.000. Kas dan setara kas Rp84.414.141.

Posisi ke delapan adalah mantan Sekretaris Daerah Loteng, HM.Nursiah yakni Rp 1.247.169.769. Kekayaan Nursiah per 2019 yang dilaporkan pada 31 Maret 2020 itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 1.520.000.000. Alat transportasi dan mesin berupa sepeda motor Honda senilai Rp7.500.000. Harta bergerak lainnya senilai Rp149.000.000. Kas dan setara kas Rp40.669.768. Hutang Rp470.000.000.

Harta Lalu Aswatara menempati posisi ke sembilan dengan kekayaan sebesar Rp871.440.000. Harta kekayaan per 2019 yang dilaporkan pada 30 Januari 2020 itu terdiri dari tanah dan bangunan sebesar Rp844.500.000. Alat transportasi dan mesin senilai Rp91.200.000.
Harta bergerak lainnya senilai Rp53.740.000, harta lainnya Rp989.440.000 dan hutang sebesar Rp118.000.000.