25.5 C
Mataram
Sabtu, 31 Januari 2026
BerandaPrakiraan CuacaCuaca Ekstrem di Lombok Terpengaruh Fenomena “Madden Julian Oscillation”

Cuaca Ekstrem di Lombok Terpengaruh Fenomena “Madden Julian Oscillation”

Lombok Barat (Inside Lombok) – Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Pulau Lombok disebut-sebut terjadi akibat gangguan atmosfer. Fenomena ini pun bernama “Madden Julian Oscillation” alias MJO, dan diperkirakan akan berlangsung hingga seminggu ke depan.

MJO sendiri merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis. Ciri-cirinya adalah adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari.

Ketua Tim Data dan Analisis Stasiun Klimatologi NTB, Bastian Andarino menyebut hal ini terjadi karena saat ini Provinsi NTB sudah mulai memasuki awal musim hujan. “Khususnya Mataram dan Lobar sudah masuk puncak musim hujan. Hal ini menyebabkan tingginya potensi curah hujan lebat disertai angin kencang,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/12/2024).

MJO yang menyebabkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencam di sejumlah wilayah pun disebutnya sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Karenanya, masyarakat diharapkan dapat selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi. Serta diimbau untuk selalu memantau informasi yang dikeluarkan oleh BMKG.

Tidak bisa dipungkiri, kondisi ini juga rawan menyebabkan terjadinya bencana alam hidrometeorologi. Terlebih untuk daerah-daerah seperti perbukitan yang rawan longsor, kemudian bantaran sungai yang rawan banjir.

“Masyarakat perlu mewaspadai daerah-daerah sempadan sungai, lereng-lereng yang cukup curam, serta wilayah yang muka daratannya lebih rendah dari sungai. Maupun daerah yang kondisi tanahnya melengkung, sehingga akan menampung air hujan yang turun,” imbaunya.

Bastian memaparkan bahwa kondisi hujan lebat disertai angin kencang umumnya akan terjadi pada siang hingga sore hari, dan mungkin tetap berlangsung hingga malam dan dini hari, seperti yang terjadi beberapa hari terakhir. “Kecepatan angin diprediksi berkisar antara 25-30 km/jam atau sekitar 12-15 knot dengan arah Barat Daya hingga Barat Laut,” imbuhnya.

Saat ini, hampir seluruh wilayah Lombok Barat dikatakannya sudah memasuki musim penghujan. Termasuk wilayah Sekotong yang sempat mengalami kemarau panjang. “Berdasarkan pantauan kami, saat ini wilayah Lobar bagian selatan, termasuk wilayah Sekotong sudah memasuki musim hujan. Dan sedang berada pada periode puncak musim hujan,” pungkas Bastian. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer