24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaRagamBerjualan Telur Lilit Keliling Lembar - Sekotong, Zainudin Wujudkan Mimpi Naik Haji

Berjualan Telur Lilit Keliling Lembar – Sekotong, Zainudin Wujudkan Mimpi Naik Haji

Lombok Barat (Inside Lombok) – Zainudin bin Kurdi, seorang ayah dari lima orang anak yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual bakso telur lilit keliling mendapatkan panggilan menjadi tamu Allah pada musim haji 2025 ini. Dengan penuh haru, ia menuturkan bagaimana melalui perjuangan panjang dalam menabung, hingga akhirnya menjadi salah satu dari ribuan calon jemaah haji Lombok Barat (Lobar) yang akan berangkat pada 1 Mei mendatang.

Zainudin lahir di Jerneng pada 31 April 1960, usianya sudah 65 tahun. Sejak remaja, di usia 18 tahun Zainudin sudah menjalani profesi sebagai pedagang keliling dengan menjajakan makanan kering di seputaran kota Mataram. Seiring berjalannya waktu, ia bisa berjualannya dengan menyewa tempat di salah satu sekolah di Kota Mataram hingga bisa menabung dan membeli lahan yang dihajatkannya sebagai dana untuk mendaftar haji. “Dari jualan di sekolah itu saya berhasil nabung dan bisa membeli lahan pada tahun itu, sekitar awal tahun 2000-an,” tuturnya saat disambangi di kediamannya di Jerneng Mekar, Senin (28/04/2025).

Seiring berjalannya waktu, karena tidak diizinkan lagi menyewa tempat di sekolah tersebut, Zainudin terpaksa mencari cara lain, hingga memilih untuk berjualan bakso goreng telur lilit, yang dimulainya sejak 2008. Dengan modal sekitar Rp50 ribu, saat itu ia bisa mendapatkan untung hingga Rp100 ribu per hari.

Zainudin memulai jualan ke wilayah selatan Lombok Barat. Jalan terjal menuju Lembar dan Sekotong pun diterjangnya, setiap hari dia berangkat jualan sekitar pukul 07.00 Wita, dan pulang sekitar pukul 18.00 wita. “Hasil dari jualan itu-lah yang saya kumpulkan untuk jadi tambahan saya setor ongkos haji pada 2012,” bebernya.

Karena tabungan yang terkumpul banyak digunakan untuk biaya hidup semenjak dirinya berhenti jualan di sekolah. Dia pun harus kembali mengumpulkan tabungan demi mewujudkan niatnya berangkat ke Tanah Suci.

Setelah berdiskusi dengan sang istri soal keinginan hatinya untuk berangkat haji, akhirnya pada 2012 lalu dia memantapkan diri untuk mendaftar, dengan setoran awal Rp25 juta. Setelah resmi mendaftar dan mendapatkan nomor porsi haji, Zainudin pun mengaku semakin gigih berusaha dan menabung sebagai biaya pelunasan untuk keberangkatannya. “Sejak saat itu sudah saya nabung Rp10 ribu kadang Rp15 ribu sehari,” imbuhnya.

Pada saat mendaftar haji di 2012 lalu, estimasi keberangkatan diperkirakan oleh Kemenag sekitar tahun 2017. Namun pada tahun 2017 namanya belum juga turun, hingga waktu berlalu dan pandemi Covid-19 melanda dan keberangkatan pun diundur. Sedangkan usaha bakso telur lilit diakuinya mengalami pasang surut. Di mana modal usaha yang dibutuhkan juga semakin meningkat. Meskipun pendapatan jualan juga naik, namun kata dia, kebutuhan keluarganya juga bertambah.

Saat ini, modal yang dibutuhkan untuk berjualan bakso telur lilit sekitar Rp125-150 ribu. Sementara dalam sehari, Zainudin menyebut pendapatannya sekitar Rp200-300 ribu, tergantung ramainya pembeli. “Kalau sekarang modalnya sampai Rp125 ribu, dapat jualan sampai Rp250 sehari tergantung sepi dan ramai,” paparnya.

Kata Zainudin, sebelum dirinya dinyatakan sebagai calon jemaah haji reguler, pada tahun 2024 namanya keluar sebagai calon jemaah haji cadangan. Namun karena saat itu dirinya belum memiliki biaya untuk pelunasan, dia pun memilih menunggu tahun berikutnya. “Tahun lalu saya masuk daftar calon jemaah tambahan, tapi tidak bisa melunasi. Alhamdulillah tahun ini dapat panggilan Allah,” ungkapnya dengan penuh haru.

Untuk persiapan sebelum berangkat pada 1 Mei mendatang, Zainudin menuturkan bahwa sudah hampir 8 hari persiapan keberangkatan sebagai calon jemaah haji sudah dilakukannya. Mulai dari tasyakuran walimatul safar, dan kegiatan serakalan setiap malam. “Alhamdulillah persiapan sudah siap, dan saat ini sedang kegiatan ziarah oleh warga masyarakat,” ujarnya.

Kini kediamannya pun tetap ramai oleh warga yang berziarah setiap malam. Begitu pun dengan kegiatan serakalan yang rutin digelar setiap malam, dengan harapan memohon doa dari masyarakat agar diberikan kesehatan dan kemudahan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah haji. Mulai dari berangkat hingga pulang kembali ke Indonesia. “Kita berharap doa dari masyarakat dari kegiatan selakaran,” pungkasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer