Amira Zanzabila, Balita Asal Labuapi ini Butuh Bantuan

Almira Zanzabila saat dirawat di Rumah Sakit Kota Mataram (Inside Lombok/Istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – Amira Zanzabila, balita perempuan yang saat ini masih berusia 11 bulan divonis menderita Atresia Bilier atau gangguan saluran empedu. Balita asal Dusun Karang Bucu, Desa Bagek Polak, Labuapi, Lombok Barat ini telah divonis penyakit tersebut sejak umurnya masih 5 bulan.

“Amira mulai drop ketika usia 5 bulan sampai sekarang ini. Sejak itu perutnya sudah membesar,” ujar ayah Amira, M. Izzul Islam kepada Inside Lombok, Selasa (08/10/2019).

Ia mengatakan bahwa ketika masih di dalam kandungan, Amira dan kembarannya Amara harus dilahirkan prematur. Hal tersebut dikarenakan ibunya mengalami keracunan kandungan sehingga harus melahirkan secara sesar.

Bahkan setelah Amira dan Amara lahir pun tidak ada gejala yang muncul di antara kedua bayi itu. Meskipun lahir dengan operasi sesar, namun kedua bayi ini terlahir sehat seperti bayi pada umumnya.

“Tapi setelah dua minggu, bola matanya mulai menguning disertai BAB yang dempul dan kencing yang kecokelatan seperti teh,” lanjutnya.

Izzul mengungkapkan sebelumnya dokter mengatakan bahwa sebenarnya Amira bisa disembuhkan apabila penyakit yang diderita telah diketahui pada usia maksimal tiga bulan. Namun karena usia Amira sudah menginjak 11 bulan sehingga menurutnya sudah terlambat.

Jalan satu-satunya untuk menyembuhkan Amira hanya bisa melalui transplantasi hati. Akan tetapi, karena keterbatasan biaya dan hingga saat ini pun masih belum ada pendonor untuk Amira.

“Waktu itu saya periksa ke puskesmas dan klinik terdekat semua bilang efek kembar aja tapi semakin lama hatinya semakin digerogoti,” kata Izzul.

Saat ini Amira sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Keluarga Amira tidak memiliki kartu BPJS sehingga kesulitan untuk membayar biaya pengobatan dan perawatan.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid dan beberapa donatur telah memberikan santunan kepada keluarga Amira agar balita malang tersebut bisa kembali pulih.