Kejar Target, Disdukcapil Lobar Buka Pelayanan Malam Hari

Suasana pelayanan pada loket pendaftaran Disdukcapil Lobar.

Giri Menang (Inside Lombok) – Segala cara dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Barat (Lobar) dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Tidak hanya dengan jemput bola ke desa-desa dan membuka lapak layanan saat acara pengumpulan massa. Dinas yang dipimpin oleh H. Muridun ini pun membuka kantornya untuk memberikan pelayanan di malam hari.

Ini dimulai pada Jumat malam (6/4) lalu. Kantor itu terlihat ramai sejak pukul 19.30 WITA. Paling sedikit ada seratus orang datang mendaftar dan meminta pelayanan dari para staf pendaftaran penduduk dan catatan sipil. Kepala Dinas Disdukcapil Lombok Barat H. Muridun mengakui hal itu karena mengejar target cakupan administrasi kependudukan warga Lobar.

Dari data jumlah penduduk wajib KTP yang tersedia, baru 86,99% warga yang telah terrekam secara elektronik. Terdapat 66.489 orang dari 511.069 orang yang belum terrekam dan menjadi target utama Disdukcapil Lobar.

Dari 10 kecamatan yang ada, Kecamatan Narmada tercatat mencapai prosentase rekam tertinggi, yaitu 93,4% atau 63.839 jiwa dari 68.300 warga yang wajib KTP. Paling sedikit justru dicapai oleh Kecamatan Kuripan, yaitu baru sampai 78,7% saja.

“Itu data per Maret 2018. Pemerintah Pusat melakukan Konsolidasi Data Bersih per semester guna pencocokan data keseluruhan secara nasional,” kata Sekretaris Disdukcapil Lobar, Fathurrahman.

Pendaftaran sendiri ditutup pada pukul 21.00 WITA. Layanan ini ditutup pada pukul 23.00 WITA. Hal yang menarik yaitu durasi yang hanya membutuhkan 15 menit saja. Dari proses daftar, verifikasi berkas, rekam, olah data, sampai cetak.

Menurut Muridun, alat rekam di tingkat kabupaten idealnya harus 10 buah dan masing-masing kecamatan 5 buah. Hal itu pun dibarengi dengan jumlah pegawai minimal 10 orang di Kabupaten dan 5 orang di setiap kecamatan. Kegiatan pelayanan malam hari, ungkapnya, akan dilakukannya sampai target cakupan adminduk para wajib KTP terpenuhi dan tuntas.

“Kecuali nanti mungkin akan kita pertimbangkan jeda di Bulan Puasa,” ujarnya. (Humas Lobar/IL1)