Panti Jompo di Setiap Kabupaten dan Kota, Perlukah?

Suasana Jangzuli di BSLU Mandalika, Jumat (03/05/2019) (Inside Lombok/Humas NTB)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengadakan program bertajuk “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” (Jangzulmi) di minggu pertama bulan Mei 2019. Kali ini Gubernur NTB, Zulkieflimansyah (Bang Zul) mengunjungi warga binaan Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika Mataram, Jumat (03/05/2019). Pihaknya juga menyadari akan pentingnya keberadaan BSLU atau yang biasa disebut panti jompo di setiap daerah di NTB.

Dalam sambutannya, Bang Zul menyebutkan bahwa Pemprov NTB beserta seluruh jajaran OPD di NTB ingin mengubah pola pikir masyarakat tentang BSLU yang seringkali dianggap sebagai tempat bagi orang tua yang tidak mendapat perhatian dari anak-anak mereka.

“Ini memang sangat sulit. Namun kita akan mendesain panti (BSLU, Red) ini, dan ini adalah ekspresi kecintaan anak-anak pada orangtuanya,” ujar Bang Zul.

Pernyataan itu disambut dengan respon positif dari seluruh peserta Jangzumi dan para petugas di BSLU Mandalika. Para peserta kemudian diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun tanggapannya secara langsung kepada Bang Zul dan seluruh kepala OPD NTB.

Pertanyaan dan keluhan dari beberapa peserta Jangzulmi mengerucut pada permohonan bantuan perbaikan sarana Masjid yang ada di lingkungan BSLU Mandalika, serta perbaikan akses jalan di area BSLU. Di BSLU Mandalika sendiri terdapat 12 wisma dengan 2 wisma diperuntukan sebagai tempat warga binaan yang butuh beristirahat total dengan perawatan khusus.

Untuk akses jalan menuju setiap gedung, termasuk Masjid, di lingkungan BSLU sendiri mengalami kerusakan di beberapa titik. Sehingga bisa membahayakan warga binaan BSLU Mandalika mengingat para warga binaan adalah orang-orang lanjut usia yang sebagian besar berjalan menggunakan tongkat.

Selain itu, ada juga masukan kepada Bang Zul agar setiap Kabupaten/Kota di NTB memiliki setidaknya satu BSLU seperti yang ada di Kota Mataram sekarang ini.

Menanggapi hal tersebut, Bang Zul menyebutkan bahwa dirinya menyadari betapa pentingnya pembangunan BSLU di setiap Kabupaten/Kota di NTB. Hal tersebut untuk mengkonsentrasikan komunitas orangtua lanjut usia di satu tempat.

“Ini penting dan harus segera di sampaikan ke Kabupaten/Kota, agar ada tempat dan komunitas. Saya setuju dan yang seperti ini ada di setiap Kab/Kota sehingga jadi tempat rekreasi bersama,” ujar Bang Zul.

Dengan tajuk “Pembangunan Kesejahteraan Sosial berbasis Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Menuntaskan kemiskinan di NTB”, Bang Zul juga menyinggung perihal pemanfaatan BSLU. Khususnya bagi orang-orang yang memiliki orang tua yang tergolong lanjut usia namun tidak sempat mengurusnya. Hal itu disebut Bang Zul merupakan tantangan yang harus dikerjakan bersama dimana BSLU menjadi salah satu solusinya.

“Masa depan akan dipenuhi dengan panti-panti seperti ini. Dimana orang di panti bukan karena anaknya tidak peduli, bukan karena tidak sayang. Namun karena ini adalah cara terbaik agar orangtuanya bahagia di masa tua,” ujar Bang Zul.

Bang Zul sendiri mendeskripsikan kebahagian yang dimaksudnya sebagai kesempatan bernostalgia bagi para orangtua yang menjadi warga binaan di BSLU bersama teman-teman sesame warga binaan lainnya serta para petugas yang ada. Hal tersebut karena BSLU adalah tempat yang diusung dengan konsep memenuhi kebutuhan bagi para orangtua, terutama yang lanjut usia.