Pemerintah Genjot Pembangunan Rumah Tahan Gempa

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi NTB, IGB Sugiartha. (Inside Lombok/IL4)

Mataram (Inside Lombok) – Pembangunan rumah bagi korban yang terdampak gempa saat ini, sebagian masih dalam proses konstruksi. Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi NTB, IGB Sugiartha menjelaskan tentang perkembangan data tersebut, Jumat (9/11/2018).

Saat ini data jumlah rumah yang terdampak gempa 216.600 rumah, dari angka tersebut jumlah yang sudah masuk ke rekening masyarakat sekitar 37.522 KK. Sampai sekarang pokmas yang sudah terbentuk sekitar 807 pokmas dengan jumlah 9.748 KK.

Pembentukan pokmas ini akan melewati proses secara formal yaitu melalui surat keputusan oleh desa itu sendiri. Antara pokmas yang saat ini sudah terbentuk terdapat 694 pokmas yang sudah ditetapkan berdasarkan surat keputusan.

“Jumlah masyarakat atau pokmas yang sudah terisi rekeningnya melalui BRI sudah ada 370 pokmas atau 5.756 KK,” terang Sugiartha.

Sehingga 370 pokmas ini akan segera melaksanakan pembangunan Risha, Riko atau Rika. Kemudian dari 5.756 KK sebagian besar sudah dalam pelaksanaan konstruksi dan dalam proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk terselesaikan.

“Karena pokmas yang bekerja ini tidak langsung totalitas misalkan di dalam sebuah pokmas ada 10 atau 20 KK, itu tidak sekaligus dikerjakan tetapi secara bertahap sehingga dalam satu pokmas ini bisa saja pelaksanaannya dua atau tiga bulan selesai,” jelasnya.

Sampai saat ini, laporan dari kabupaten kota terdapat 9 unit rumah yang sudah siap dihuni warga tersebar dari kabupaten kota yang terdampak gempa tersebut.

Sugiartha juga menjelaskan dalam satu pokmas, para warga membangun secara bergotong royong. Sehingga tidak mungkin masyarakat menyelesaikan pekerjaan dalam satu sampai tiga minggu selesai, namun estimasinya bekisar dua atau tiga bulan baru selesai.

“Semua tergantung bagaimana pola pokmas membangun rumahnya, ada yang membangun secara bersamaan, sehingga mungkin tiga bulan lagi baru selesai bersamaan,” ujarnya. (IL4)