2000 UMKM dan Pedagang Pasar Tradisional Lombok Sudah “Go Online”

Para pelaku UMKM di Pulau Lombok, NTB, bersemangat mengikuti program Gerebek Pasar Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang digelar sejak 18-29 Juni 2019. (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 2000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pedagang pasar tradisional di Lombok, Nusa Tenggara Barat, memasarkan produknya melalui media daring setelah mengikuti program Gerebeg Pasar UMKM “Go Online” Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Berdasarkan rilis yang diterima di Mataram, Rabu, program Gerebeg Pasar UMKM “Go Online” Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dibuka oleh Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital, Pariwisata, Transportasi dan Perdagangan, Kemkominfo, Sumarno, bersama Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj Selly Andayani, dan CEO Berugak Lombok, Supiandi, S.E M.Ec.Dev, di kantor Camat Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, pada 17 Juni 2019.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu pelaku UMKM di Pulau Lombok, agar bisa membuka toko online, selain dengan toko/kios yang mereka miliki secara “offline”.

Pada saat bersamaan, Kemkominfo juga menggelar pelatihan relawan atau pandu digital yang akan mendatangi sejumlah pasar di Kabupaten Lombok Timur, dan Kota Mataram, untuk mengajak para pedagang mulai merambah bisnis online.

Sumarno sangat mengapresiasi antusiasme para pelaku UMKM dan pedagang pasar tradisional yang hadir mengikuti program Grebeg Pasar.

“Masyarakat harus bisa cepat mengikuti perkembangan zaman, jangan sampai didahului oleh orang dari daerah lain, apalagi dari luar negeri,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut sehingga dapat lebih mudah berjualan dan meningkatkan omzet penjualannya.

Sumarno juga menjelaskan tentang “platform digital marketplace” milik Pemerintah Provinsi NTB yang telah berjalan, yakni i-shop yang bisa digunakan oleh pelalu UMKM.

“I-shop telah terintegrasi dengan jasa logistik seperti PT Pos dan juga perbankan seperti BNI 46,” kata Sumarno.

Sementara itu, CEO Berugak Lombok, Supiandi, S.E M.Ec.Dev, selaku pemateri yang memaparkan tentang pentingnya para pelaku UMKM untuk mulai menjual produknya secara online.

Ia menyebutkan dari 262 juta penduduk Indonesia, sebanyak 143 juta sudah terkoneksi dengan internet dan trend pembelian ataupun penjualan barang lewat online semakin meningkat.

“Peluang tersebut harus diambil oleh para pelaku UMKM dan pedagang pasar, jangan hanya menjadi pembeli tapi harus sebagai penjual,” ujar Supiandi.

Program Grebeg Pasar sudah digelar swjak 18-29 Juni 2019 di enam pasar yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur, dan Kota Mataram, yakni pasar Pancor, Aikmel, Masbagik, Pringgabaya, Mandalika, dan Kebon Roek.

Maliki, salah seorang pengrajin kain tenun Pringgasela mengaku, program Gerebek Pasar sangat membantu para pedagang pasar untuk memperluas pasar.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, pemesanan terhadap produk kami meningkat, bahkan ada konsumen yang berasal dari luar Pulau Lombok sudah memesan produk kami lewat marketplace yang diajarkan kepada kami,” tutur Maliki. (Ant)