Mataram (Inside Lombok) – Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) Program Studi Fisika FMIPA Universitas Mataram mengembangkan prototype IoT-Screw Extruder, alat daur ulang plastik berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengubah limbah plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) menjadi bijih plastik. Inovasi ini dikembangkan oleh tiga mahasiswa, yakni Mira Andini selaku ketua tim, bersama Muhammad Irfan Nul Hadi dan Arsy Riskidwi, dengan bimbingan Dr. Arif Budianto, M.Si.
Pengembangan alat ini bertujuan mengatasi peningkatan volume limbah plastik PET di wilayah perkotaan dan pesisir Lombok. Proyek tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema PKM 2025 serta Universitas Mataram. Saat ini, prototype IoT-Screw Extruder sedang dalam tahap finalisasi laporan kemajuan.
IoT-Screw Extruder dirancang untuk mengolah sampah plastik PET, seperti botol minuman dan wadah makanan, menjadi bijih plastik yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku industri kreatif dan 3D printing. Alat ini dilengkapi sensor suhu serta sistem kontrol otomatis berbasis ESP8266, memungkinkan pengguna memantau proses pelelehan dan ekstrusi plastik secara real-time melalui platform IoT dashboard.

Dalam proses pengembangannya, tim telah melakukan pengujian terhadap sub-sistem pemanas, mekanik screw, dan integrasi sistem IoT. Hasil uji menunjukkan alat berfungsi stabil, mampu melelehkan plastik secara merata, serta menghasilkan filamen dengan kualitas baik. “Tujuan utama kami adalah menciptakan teknologi yang bukan hanya fungsional, tapi juga berkelanjutan. Dengan IoT-Screw Extruder, kami ingin membuka peluang baru bagi pengelolaan limbah plastik agar memiliki nilai ekonomi,” ujar Mira Andini, Sabtu (5/10).
Koordinator Program Studi Fisika FMIPA Universitas Mataram, Dr. Alfina Taurida Alaydrus, S.Pd., M.Sc., menyampaikan bahwa luaran PKM tersebut sejalan dengan visi dan misi program studi serta roadmap penelitian Prodi Fisika. “Prototype yang dikembangkan juga mampu memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan. Hasilnya berupa bijih PET yang memiliki nilai ekonomis,” katanya.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Universitas Mataram dalam mewujudkan kampus inovatif yang berorientasi pada penerapan teknologi ramah lingkungan dan ekonomi sirkular. “Kami berharap alat ini dapat diterapkan di lingkungan masyarakat dan UMKM pengolah sampah plastik di Pulau Lombok, sehingga dapat membantu mengurangi beban limbah plastik sekaligus menumbuhkan peluang usaha baru,” tambah Mira.
Melalui inovasi ini, tim PKM-KC Universitas Mataram menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam menciptakan solusi teknologi tepat guna yang mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

