313 Rumah Tidak Layak Huni di Lobar Sudah Direhabilitasi

Bupati Lobar, bersama Kadis Perkim Lobar. Saat menyerahkan RTLH yang sudah direhabilitasi, di desa Kuranji. Kamis (23/09/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid bersyukur bantuan stimulus untuk Rumah Tidak Layak Huni ,(RTLH) tetap berjalan walaupun di tengah pandemi. Bahkan hingga bulan September ini, sudah ada sekitar 313 RTLH yang direhabilitasi pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat H Lalu Winengan mengakui dari target tahun ini, yang sudah berprogres 80 hingga 90 persen. Ada sekitar 69 RTLH di Kediri Selatan dan 69 di Kuranji Dalang.

Untuk tahun ini, diakuinya target yang RTLH yang direncanakan untuk dibangun ada sekitar 713. Namun yang sudah selesai ada 313. Di mana untuk sisanya yang berjumlah 400, masih menunggu kabar dari pemerintah pusat.

“Jadi totalnya itu kan 138, itu yang dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kalau yang dari Badan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) itu 175 yang sudah selesai prosesnya” papar Winengan.

Di mana pembangunan yang menggunakan DAK ini, dijelaskannya bahwa pihak Perkim akan membangun terlebih dahulu. Baru kemudian menunggu hasil audit inspektorat, untuk kemudian mereka akan mengajukan untuk pencairan dananya.

“Alhamdulillah progresnya sudah bagus, begitu juga dengan swadaya masyarakat bagus juga. Jadi hasilnya diluar ekspektasi kita” ungkapnya.

Di mana masyarakat yang mendapat bantuan untuk RTLH ini diberikan ongkos tukang masing-masing Rp 2,5 juta. Proses pembangunan selebihnya dilakukan secara gotong royong. Sementara dana untuk membangun rumah yang baru, itu diberikan sekitar Rp 30 juta untuk tahun ini, namun diakuinya tidak ada pembangunan baru. Dan rencananya nominal itu tahun depan akan meningkat menjadi Rp 40 juta.

“Kalau tahun depan tidak ada yang PK (peningkatan kualitas), semua pembangunan baru dan harus dirobohkan dari pondasinya” imbuh dia.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid memberi apresiasi dna bersyukur meski di tengah pandemi. Tetapi progres perbaikan RTLH bagi masyarakat kurang mampu tetap berjalan.

Ia berharap, semoga program untuk pebaikan RTLH dari pusat dapat bertambah tahun depan. Supaya, kata dia, target Lobar tahun 2024 tidak ada lagi rumah kumuh itu dapat tercapai.

Kendati pun masyarakat menerima stimulus untuk perbaikan rumah mereka, namun hingga kini, diakuinya sikap kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat, itu masih tetap terjaga.

“Contoh rumah ini, biayanya Rp 20 juta, tanpa gotong royong saya rasa gak mungkin akan selesai” ujar Fauzan.

Di mana anggaran perbaikan RTLH yang direncanakan berjumlah  713 itu, diakui Fauzan, doalokasikan dari berbagai sumber. Tidak hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah.

“Kita juga sudah merencanakan dan menunggu SK baru dari Baznas. Nanti itu diarahkan sebagiannya untuk RTLH” papar Bupati Lobar ini.

Dengan telah terbangunnya 313 rumah ini, kini sisa RTLH di Lobar, disebutnya kurang dari 4000. “Kita carikan bantuan dari berbagai sumber, termasuk juga dari CSR” pungkasnya.