Jadi Hafiz Cilik, Pemprov NTB Hadiahi Naja Tabungan Pendidikan

Hafiz Cilik asal Mataram, Muhammad Naja Hudia Afifurrohman menerima Tabungan Pendidikan dari Pemprov NTB di Masjid Hubhul Wathan Islamic Center NTB, Jumat (31/05/2019) (Inside Lombok/Humas NTB)

Mataram (Inside Lombok) – Sosok Hafiz cilik 30 Juz Al-Quran, Muhammad Naja Hudia Afifurrohman atau yang akrab disapa Naja masih terus menginspirasi banyak pihak. Bagaimana tidak? Naja mampu menghafal Al-Quran hingga posisi baris ayat di setiap lembar hanya dalam waktu 10 bulan.

Hal itu semakin menakjubkan mengingat Naja adalah penderita kelumpuhan otak (cerebral palsy) dimana Naja tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena gangguan di saraf motoriknya. Hal itu membuat Naja harus menghabiskan kesehariannya di atas kursi roda.

Hal itu membuat banyak pihak berdecak kagum. Tidak terkecuali Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyambut kepulangan Naja dari ajang Hafiz Indonesia di Jakarta.

Untuk itu Sekda NTB, Rosiady Sayuti, mewakili Pemprov NTB memberikan penghargaan berupa tabungan pendidikan kepada Naja, Jumat (31/05/2019) di Masjid Hubhul Wathan Islamic Center NTB.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Imam Shalat Jumat asal Maroko, Ahmed Al-Alaoi, yang menyempatkan diri menguji hafalan bocah asal Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Mataram tersebut. Ahmed pun takjub ketika Naja dapat membacakan seluruh ayat Al-Quran yang dimintanya secara tepat hingga posisi ayat.

Ibunda Naja, Dahlia Andayani, di hadapan seluruh jamaah menceritakan perjalanan Naja hingga menjadi Hafiz walaupun masih berusia 9 tahun. Dahlia sendiri mengaku sempat syok mengetahui Naja menderita penyakit yang begitu berat. Walaupun begitu, dirinya tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk Naja.

“Ketika bayi, Naja selalu berhenti menangis jika didengarkan murottal Quran. Dia diam dan menikmati murottal,” ujar Dahlia di hadapan seluruh Jamaah.

Naja sendiri sempat ditolak di beberapa sekolah karena keterbatasan fisiknya. Namun salah satu sekolah di wilayah Jatisela, Gunungsari, Lombok Barat, yaitu Lenterahati Islamic Boarding School bersedia menerima Naja sebagai murid mereka.

Saat masuk TK Naja sendiri telah menghafal 3 Juz Al-Quran, yaitu Juz 30, 29, dan 28. Ketika masuk sekolah, salah satu Guru Naja kemudian menyarankan agar Naja diperdengarkan ayat-ayat Al-Quran untuk menlanjutkan hafalannya.

Sejak Februari 2018 sampai dengan Desember 2018 Naja pun rutin diperdengarkan rekaman pembacaan Al-Quran. Hal itu karena Naja memang menyandang status tuna aksara.

“Mulai Februari 2018, Ustadz-nya nyaranin perdengarkan saja. Jangan semua (tapi) per halaman satu hari. Kalau mampu ditambah satu halaman lagi. Pas November 2018 kemarin, Naja hafal 30 juz,” pungkas Dahlia.