Wawalkot Mataram Ingatkan Proyek Wisata Ampenan Jangan Sampai Gagal

Mataram (Inside Lombok) – Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengingatkan kepada dinas pariwisata setempat agar proyek penataan objek wisata Pantai Ampenan senilai Rp3,8 miliar jangan sampai gagal.

“Kita berhasil mendapatkan dukungan dana dari pemerintah sebesar Rp3,8 miliar itu tidak mudah dan itu kita dapatkan setelah berjuang selama dua tahun,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (24/7).

Pernyataan itu dilontarkan menanggapi terancamnya penarikan anggaran untuk penataan Pantai Ampenan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), karena batas kontak penggunaan DAK semakin dekat.

“Keterlambatan kontrak proyek tersebut disebabkan adanya perubahan desain yang harus disesuaikan dengan RTRW yang menetapkan jarak pembangunan dari roi pantai sepanjang 35 meter,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, perubahan itu sudah tuntas dilaksanakan oleh pihak konsultan dan proyek bisa segera dilaksanakan.

Menurut dia, apabila proyek penataan kawasan objek wisata Pantai Ampenan khususnya untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) ini gagal, maka pemerintah kota tidak akan diberikan apresiasi dan perhatian lagi oleh pemerintah pusat.

Sementara, pemerintah kota sudah menyiapkan usulan berbagai program pariwisata lainnya yang masih membutuhkan dukungan dana dari pemerintah pusat.

“Anggaran kita sangat terbatas, karenanya dukungan dari pemerintah pusat sangat kita perlukan,” katanya.

Mohan berharap dengan adanya dukungan anggaran untuk penataan Pantai Ampenan sebesar Rp3,8 miliar tahun ini, diharapkan aktivitas revitalisasi Pantai Ampenan bisa tuntas.

Setelah dilakukan revitalisasi dalam beberapa tahun terakhir ini, kawasan Pantai Ampenan semakin membaik dan pengunjung semakin banyak serta aktivitas ekonomi bergerak sangat produktif.

“Karena itulah, kita harus melakukan penataan seefisien mungkin,” katanya. (Ant)