BerandaMataramKerja Sama dengan Pemprov Berakhir, Akademi Kopi Korea di NTB Tetap Berjalan

Kerja Sama dengan Pemprov Berakhir, Akademi Kopi Korea di NTB Tetap Berjalan

Mataram (Inside Lombok) – Rencana pembangunan akademi kopi pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap berlanjut meski kerja sama dengan pemerintah provinsi (Pemprov) terputus akibat perubahan kebijakan pasca pergantian kepemimpinan. Proyek yang melibatkan investor Korea Selatan ini kini beralih ke skema pengelolaan mandiri bersama pihak swasta.

Calon Pengelola Akademi Kopi Korea di NTB, Lalu Thoriq, menjelaskan bahwa rencana awal pemanfaatan aset pemerintah sebagai lokasi akademi batal karena gedung tersebut dialihkan untuk kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Kondisi ini membuat pihaknya harus mencari lokasi alternatif.

“Setelah pergantian gubernur, prosesnya seperti mengulang lagi dari awal. Rencana awal menggunakan gedung pemerintah batal karena ada perubahan kebijakan. Akhirnya kami mencari lokasi lain, kemungkinan besar bekerja sama dengan pihak swasta,” ungkapnya.

Meski kerja sama dengan pemerintah daerah berakhir, Thoriq menegaskan investor asal Korea Selatan, PT Cafe Moly International dari Pohang, tetap berkomitmen melanjutkan proyek tersebut. Ia menyebut sebelumnya proyek sudah mencapai tahap penandatanganan MoU dan peletakan batu pertama di kawasan NTB Mall.

“Sekarang tinggal mematangkan pencarian lahan baru. Padahal sebelumnya sudah sampai tahap MoU dan peletakan batu pertama di lokasi NTB Mall, tapi karena aturan dan kebijakan pemimpin berubah, kerja sama dengan pemerintah bubar,” jelasnya.

Dalam skema baru, pengembangan akademi akan memanfaatkan lahan milik masyarakat seluas sekitar 400 hektare yang tersebar di wilayah Lombok Utara dan Sembalun, Lombok Timur. Pengelolaan dilakukan oleh pihak investor dengan sistem bagi hasil, sementara tenaga kerja akan direkrut dari warga setempat.

“Itu lahan milik masyarakat. Kami yang mengelola dan membiayai, masyarakat nanti menerima bagi hasil. Pekerja juga diambil dari warga setempat dan mereka digaji secara profesional,” terangnya.

Tim dari Korea Selatan dijadwalkan tiba di Lombok pada bulan depan untuk meninjau kesiapan lokasi. Akademi ini direncanakan mencakup seluruh aspek industri kopi dari hulu hingga hilir.

“Intinya tetap jalan. Kami di sini bertindak sebagai fasilitator, dan saya sendiri yang akan memimpin sebagai manajer operasional jika akademi ini sudah resmi berdiri,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer