Lombok Timur (Inside Lombok) – Warga dan pengguna jalan di wilayah Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur mengeluhkan aroma menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bau tidak sedap tersebut disebut muncul dari area dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekarteja 3 sejak beberapa hari terakhir.
Sejumlah warga mengaku terganggu karena aroma limbah cukup kuat hingga menimbulkan rasa mual dan pusing saat melintas di sekitar lokasi. “Baunya cukup menyengat. Saat lewat di depan dapur tadi sampai terasa mual,” ujar M, salah seorang warga setempat, Rabu (6/5/2026).
Keluhan warga memunculkan kekhawatiran terkait pengelolaan limbah dapur MBG yang dinilai harus memenuhi standar kebersihan dan sanitasi lingkungan. Warga berharap pihak pengelola segera melakukan penanganan agar kondisi tersebut tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat. “Kami harap cepat diperbaiki supaya warga tidak terganggu terus,” kata S, warga lainnya.
Kepala SPPG setempat, Widia, mengakui adanya bau yang muncul dari area dapur. Namun, menurutnya kondisi tersebut terjadi karena saat ini sedang dilakukan pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Ia menjelaskan, proses perbaikan dilakukan untuk menyesuaikan sistem pengolahan limbah dengan standar terbaru dari Badan Gizi Nasional, termasuk pemasangan grease trap pada saluran pembuangan. “Memang sekarang sedang ada proses pembenahan IPAL dan pemasangan grease trap. Kemungkinan selama pekerjaan berlangsung muncul bau sementara,” jelasnya.
Widia menambahkan, sebelum proses perbaikan dilakukan, operasional dapur berjalan normal tanpa adanya keluhan serupa dari masyarakat. Pekerjaan pembenahan tersebut ditargetkan selesai dalam dua hari ke depan.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur MBG Lombok Timur, Muallani, yang juga pemilik dapur MBG tersebut, membantah adanya persoalan serius terkait bau limbah. “Tidak ada itu bau. Semua masih berjalan baik,” ujarnya singkat.

