9.585 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Batulayar, Kerusakan Material Liputi Rumah Warga Hingga Jembatan

100
Kondisi rumah-rumah yang rusak di desa Batulayar Barat, saat baru diterjang banjir dan longsor. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Banjir bandang yang menerjang sebagian wilayah Lombok Barat pada Senin (6/12) lalu menimbulkan kerugian materil yang signifikan. Selain lima orang dinyatakan meninggal, ada 2.952 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 9.585 jiwa menjadi korban banjir bandang dan longsor khusus di Kecamatan Batulayar saja.

Selain itu, tercatat 97 rumah warga, 21 talud dan tiga jembatan rusak. Termasuk jembatan Meninting. Sedangkan fasilitas ibadah seperti masjid, tercatat ada satu yang juga dilaporkan rusak.

Di sisi lain, hingga Rabu (8/12) 78 rumah dilaporkan masih terendam banjir dan 12 titik terdampak longsor. “Kalau yang mengungsi sampai hari ini 239 KK atau 801 jiwa, yang terkonsentrasi untuk tenda pengungsian ada di Karang Telage, Desa Senteluk dan di Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar Barat,” papar Camat Batulayar, Afgan Kusuma Negara saat dimintai keterangan.

Sementara warga yang lainnya juga masih banyak yang mengungsi di rumah kerabatnya. Namun, mereka juga tetap terhitung membutuhkan bantuan, seperti pengungsi yang ada di posko pengungsian.

Untuk saat ini, selain kebutuhan logistik dan makanan, para pengungsi juga membutuhkan toilet darurat. Sehingga pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan toilet darurat tersebut akan segera dibangun. Terutama di titik-titik pengungsian.

“Bank NTB siap untuk membangunkan WC darurat di pengungsian,” imbuh dia. Saat ini diakui Afgan sudah banyak bantuan yang masuk ke kecamatan, untuk kemudian disalurkan sesuai dengan data yang membutuhkan. Termasuk bantuan dari pemerintah, hingga kelompok masyarakat.

“Semua bantuan yang masuk memang kita fokuskan di kecamatan, yang hari itu langsung kita sebar merata ke semua desa. Kita sesuaikan dengan data secara proporsional,” bebernya. Kebutuhan yang tidak kalah mendesak menurutnya juga terkait dengan air bersih. Karena hampir di seluruh dusun yang terkena banjir, sumber airnya masih kotor.

“Kita berharap dari semua pihak, PDAM dan yang lainnya untuk segera membantu kami (soal air bersih),” harapnya. Ia juga turut berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah mulai membantu menyalurkan air bersih ke daerah-daerah yang terdampak.

“Saya lihat sudah mulai ada truk-truk PMI dan TNI-Polri yang masuk kampung bawa tangki air dan masyarakat keluar bawa jerigen,” pungkasnya. (yud)