Antisipasi Penyebaran PMK, Pemda Loteng Tambah Anggaran di APBD Perubahan

29
Sapi peternak yang ada di kandang Desa Kelebuh, beberapa waktu lalu (Inside Lombok/Dok)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus mengalami kenaikan. Saat ini tercatat sebanyak 20 ribu kasus yang terlapor dari dari 115 populasi ternak.

Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran PMK yang semakin meningkat di wilayahnya, pemda sudah mengatensi dan akan melakukan penambahan anggaran.

“Sifatnya mendesak dan harus dianggarkan untuk vaksin maupun pengobatan. Nanti akan kami anggarkan di APBD perubahan karena saat ini APBD sedang berjalan dan tidak bisa langsung menganggarkan,” katanya, Senin (4/7/2022).

Pathul menambakan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu berapa kebutuhan biaya yang diusulkan dinas terkait. “Ini penting untuk dianggarkan, karena menyangkut kebutuhan masyarakat dan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Bupati mengumpamakan dengan penangangan PMK ini seperti pengerjaan pembangunan jembatan yang harus segera disikapi dan diputuskan. “PMK ini hal mendesak. Maka tidak ada alasan untuk tidak menganggarkan,” ungkapnya.

Terkait dengan stok hewan kurban, Pathul mengklaim masih dalam level aman. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Loteng disebutnya cukup intens melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan kurban.

“Berbagai upaya terus dilakukan Distanak untuk menekan penularan PMK dan memastikan hewan kurban tersedia,” jelasnya. (fhr)