ASN di NTB Diimbau Jaga Netralitas

129

Mataram (Inside Lombok) – Selepas acara debat calon presiden (capres) kedua dengan tema Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup, Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Rosiady Husaenie Sayuti, mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tetap menjaga netralitas. Hal tersebut dirasa perlu, mengingat banyaknya konflik antara pendukung kedua capres yang akan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Tadi malam kita melihat kedua kandidat saling senyum, saling sapa, saling rangkul. Kenapa kemudian di rumah kita ada yang tidak bertegur sapa. Harusnya ini sesuatu yang tidak boleh terjadi,” ujar Rosiady dalam upacara paripurna NTB Gemilang, Senin (18/02/2019).

Rosiady mengungkapkan banyak terjadi permusuhan akibat berbeda pilihan. Khususnya pilihan capres dan wapres. Menurut Rosiady, siapapun yang akan terpilih dalam pilpres nanti adalah anak bangsa terbaik yang telah melalui proses.

“Kita adalah ASN yang netral, yang fungsi utamanya adalah pemersatu bangsa. Tidak boleh ada ASN yang menjadi provokator, ikut memecah belah bangsa ini. Apalagi yang ikut menyebarkan berita yang belum tentu benar,” ujar Rosiady.

Selain itu, penting menurut Rosiady agar ASN di Pemprov NTB mengajak masyarakat sekitarnya, terutama keluarga untuk mengingatkan mereka agar tidak perlu terlalu fanatik terhadap salah satu pasangan calon.

Dalam upacara bulanan setiap tanggal 17 tersebut, menjaga netralitas dianggap salah satu cara meraih visi NTB Gemilang. Rosiady menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan perlu menyiapkan persaingan internasional kedepannya, ketimbang bertengkar tentang pesta demokrasi.

“Sebagai orang beragama seharusnha kita percaya siapapun yang terpilih adalah orang yang ditakdirkan oleh tuhan menjadi pemimpin negara ini,” pungkas Rosiady.