Bappeda Akan Verifikasi Data Warga Miskin Mataram

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Kota Mataram H Ir Amirudin. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Perencana Pembangunan Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan melakukan verifikasi data warga miskin yang masuk dalam basis data terpadu (BDT) tahun 2020 sebanyak 70 ribu jiwa.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Amirudin di Mataram, Kamis, mengatakan verifikasi data keluarga miskin itu dimaksudkan untuk mengetahui secara riil kondisi terbaru warga yang masuk BDT agar program pemerintah bisa tepat sasaran.

“Kalau data salah, program pengentasan kemiskinan yang diluncurkan pemerintah juga tidak bisa tetap sasaran,” katanya.

Ia mengatakan, jumlah warga miskin yang masuk BDT tahun 2020 saat ini meningkat dari 43 ribu jiwa menjadi 70 ribu jiwa.

Peningkatan itu terjadi karena beberapa faktor, antara lain karena Kota Mataram terdampak bencana gempa bumi pada tahun 2018, dan sekarang terdampak juga pandemi COVID-19.

“Tapi, untuk program tahun ini, kita tetap menggunakan data BDT 70 ribu jiwa. Yang penting program pemerintah tahun ini bisa berjalan dulu,” katanya.

Tapi awal tahun 2021, lanjutnya, pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap data tersebut, dengan melibatkan pihak terkait diantaranya dinas sosial, dan aparat kecamatan dan kelurahan.

“Penetapan sasaran akan melalui musyawarah kelurahan (muskel). Dengan demikian, diharapkan data warga miskin yang disajikan benar-benar valid,” katanya.

Ditambahkannya, berdasarkan data BPS Kota Mataram, jumlah angka kemiskinan pada Maret 2019 tercatat sebesar 43,19 ribu orang (8,92 persen). Sedangkan pada Maret 2018, jumlah penduduk miskin Mataram sebesar 42,60 ribu orang (8,96 persen), sehingga terjadi penurunan angka penduduk miskin periode Maret 2018-Maret 2019 sebesar 0,04 persen.

“Secara persentase angka kemiskinan kita tahun 2019 menurun, tetapi secara angka meningkat karena adanya pertambahan jumlah penduduk,” katanya. (Ant)