Pasien Positif COVID-19 Yang Meninggal di Mataram Mencapai 55 Orang

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan jumlah pasien positif COVID-19, meninggal dunia di Mataram saat ini sudah mencapai 55 orang.

“Sebanyak 55 pasien COVID-19 meninggal itu merupakan angka kumulatif sejak terjadinya pandemi pada Maret 2020 sampai Rabu (22/7-2020),” kata Anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa, di Mataram, Kamis.

Menurutnya, pasien COVID-19 yang meninggal tersebut rata-rata berusia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit penyerta. Seperti, pasien terakhir yang dilaporkan meninggal dunia dalam rilis Tim Gugus COVID-19 Kota Mataram, pada Rabu (22/7) pukul 22.00 Wita, adalah Tn. UI (laki-laki) usia 77 tahun, warga Kelurahan Dasan Agung Baru.

“Pasien yang dinyatakan positif COVID-19 itu, meninggal dunia dengan penyakit penyerta (komirbid),” katanya.

Dalam rilis itu juga disebutkan, secara kumulatif jumlah pasien COVID-19 di Kota Mataram sebanyak 793 orang. Dengan rincian 280 orang masih dalam perawatan, 458 pasien sembuh dan 55 orang meninggal dunia.

“Dari data terakhir itu tercatat juga 203 orang pasien dalam pengawasan (PDP), 17 orang dalam pemantuan (ODP) dan 283 orang tanpa gejala (OTG),” katanya.

Diakuinya, untuk data harian pasien positif baru COVID-19, trennya meningkat tapi itu terjadi sumbangan terbesar dari pasien dalam PDP dan OTG, tidak ada kluster lingkungan.

PDP dan OTG tersebut, katanya, ditemukan dari ruang publik dan tempat bekerja yang sudah mulai dibuka pemerintah seiring dengan kebijakan normal baru.

“Karena itu, pemerintah kota kini mulai meningkatkan dan menggencarkan sosialisasi dan mengingatkan masyarakat agar menetapkan protokol kesehatan COVID-19 guna menghindari penularan,” katanya. (Ant)