Home Berita Utama Bernostalgia ‘Dolong Dompa’ di Air Terjun Bawah Tanah Sarang Walet

Bernostalgia ‘Dolong Dompa’ di Air Terjun Bawah Tanah Sarang Walet

Wisata Air Terjun Sarang Walet yang diapit oleh tebing yang berada tepat di bawah tanah terletak di Lombok Timur, Sabtu (26/09/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Air Terjun Sarang Walet adalah destinasi wisata yang ada di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Diberikan nama Sarang Walet karena pada lokasi air terjun tersebut terdapat sarang Burung Walet.

Bangunan gapura yang kokoh bertuliskan “Selamat Datang di Air Terjun Sarang Walet”, seakan menyambut hangat para wisatawan yang mengunjungi wisata ini. Air terjun ini berada di Kaki Gunung Rinjani. Tak heran hawanya terasa lebih sejuk.

Untuk memasuki tempat wisata Air Terjun Sarang Walet ini, pengunjung cukup membayar Rp5000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara. Dari loket karcis pengunjung akan melanjutkan perjalanan sekitar 100 meter ke lokasi air terjun. Di sepanjang perjalanan, pengunjung terlebih dahulu melewati puluhan anak tangga untuk menuruni sungai.

Setelah melewati puluhan anak tangga, pengunjung akan melewati jembatan kayu seadanya yang dibuat oleh Pokdarwis setempat. Aliran sungai yang diapit oleh tebing sempit seakan membuat pengunjung merasa berada di bawah tanah dengan air yang mengalir dari bibir tebing.

Aliran sungai setinggi mata kaki, mengharuskan pengunjung untuk membuka sepatunya. Pasalnya, sebelum sampai ke lokasi air terjun, pengunjung akan melewati aliran sungai yang dingin.

Mata seakan berbinar menyaksikan indahnya ciptaan Tuhan setelah melihat penampakan Air Terjun Sarang Walet yang tepat berada di bawah tanah. Deburan air yang jatuh dari ketinggian tujuh meter, dengan suara air yang menggema yang tercipta dari apitan tebing tersebut memberikan warna tersendiri pada wisata ini.

Kikisan air pada bibir tebing menciptakan lorong yang besar pada lokasi air terjun. Kicauan burung walet pun menambah sensasi seakan berada di dalam goa. Indahnya air terjun tersebut membuat wisatawan mancanegara berbondong untuk mengunjungi wisata ini.

Pengunjung dapat berenang dan bermain air di sini. Di Lombok, saat kecil, anak-anak sering bermain ‘dolong dompa’ di sungai. Pengunjung lokal dapat bernostalgia melakukan itu.

‘Dolong dompa’ merupakan permainan air menggunakan kain. Di mana kain diikat di atas dada, kemudian ujung kain bagian bawah tengah diikat kedua sisinya. Saat terjun ke air, sisi kiri dan kanan kain akan mengembang seperti pelampung.

Permainan air ini sudah jarang dilakukan saat ini. Karena tidak banyak anak-anak bermain di sungai atau kubangan air terjun. Namun pengunjung dapat melakukannya di air terjun ini dan bernostalgia mengingat masa kanak-kanak.

Bagi wisatawan asing, permainan ini tentu akan menyenangkan. Karena menjadi pengalaman tak terlupakan. Sebab permainan ini menjadi salah satu cara menikmati destinasi air yang tak biasa.

Meski demikian, akibat adanya Pandemi Covid-19, Ketua Pokdarwis Lingkok Cave, Roni mengatakan pembukaan wisata air terjun tersebut pada masa normal baru dengan menerapkan SOP dan protokol kesehatan. Ia juga mengharuskan pengunjung yang dari luar Lombok Timur dan bahkan luar Pulau Lombok untuk membawa surat kesehatan bebas dari Covid-19.

Lanjut Roni, akibat Pandemi Covid-19 PADes yang dihasilkan dari wisata air terjun tersebut sangat jauh menurun. Apalagi pada saat sekarang wisatawan mancanegara belum diperbolehkan masuk ke Indonesia.

“Semula sebelum Pandemi Covid-19, kita bisa meraup keuntungan dalam hitungan hingga $20 karena kita banyak tamu mancanegara yang mencapai 100 orang per hari. Tapi sekarang Rp200.000 saja kita tidak dapat,” ucapnya, (26/09).

Ia berharap agar Pandemi Covid-19 segera berkahir dan mengimbau kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam setiap sendi kehidupan. Agar nantinya rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia menurun dan pemerintah luar negeri memperbolehkan warganya untuk memasuki Indonesia lagi.

Salah seorang wisatawan, Fajduani mengatakan, keindahan alam yang disajikan di Air Terjun Sarang walet ini sangat memukau. Ia dapat bernostalgia masa kecilnya saat bermain di air terjun ini.

“Tapi sayangnya, infrastruktur masuk ke wisata ini masih belum mumpuni untuk menopang wisata ini. Kedepan kita harapkan pengelola bisa memperbaiki infrastrukturnya karena wisata ini sangat indah,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Desa Kembang Kuning, H Lalu Sujian mengatakan, guna mendukung kemajuan pariwisata Kembang Kuning khusunya Air Terjun Sarang Walet, pihaknya akan menunjang pariwisata tersebut dengan infrastruktur dan juga tempat ibadah.

“Kita sudah buat fasilitas pendukung seperti toilet yang standar wisatawan mancanegara dan juga ruang ganti. Kedepannya, kita akan dukung wisata kita dengan sarana dan prasarana yang memadai, infrastruktur jalan, tempat parkir dan musala,” tutupnya.