BPBD Mataram Belum Terima Informasi Potensi Badai Tropis Damien

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram hingga saat ini belum menerima informasi tentang potensi badai tropis damien di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Sampai saat ini, kami belum menerima informasi resmi dari BMKG terkait potensi badai tropis damien di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), tetapi, masyarakat harus tetap waspada,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Senin.

Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi adanya informasi dari salah satu media lokal bersumber dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo yang menyebutkan ada badai tropis damien yang menghantui Nusa Tenggara Barat.

Hal itu ditandai dengan perubahan cuaca di wilayah NTB yang belakangan ini tidak menentu sejak Jumat (7/2), karena siklon tropis damien sedang bergerak melewati wilayah NTB.

“Sepajang informasi yang kami dapat dari BMKG, hanya akan terjadi curah dari hujan sedang, lebat disertai petir. Sementara untuk potensi badai tropis damien belum ada,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, upaya antisipasi terus dilakukan, terutama jika terjadi hujan lebat dengan intensitas lama bisa menimbulkan genangan air pada sejumlah titik kelurahan dan ruas jalan.

Ketika itu terjadi, katanya, satgas langsung turun ke lokasi sambil dilakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya, seperti Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Perkotaan, DLH dan lainnya.

“Begitu juga ketika terjadi pohon tumbang, dan kerusakan rumah akibat angin puting beliug langsung ditangani,” katanya.

Menyinggug dampak hujan lebat dan angin kencang yang terjadi akhir pekan lalu, Mahfuddin menyebutkan, sejauh ini belum ada dampak yang signifikan. Hanya ada satu pohon tumbang di kawasan Sweta, namun sudah langsung ditangani.

Di sisi lain, Mahfuddin mengatakan, dalam upaya pengawasan serta antisipasi perbagai potensi bencana, satgas BPBD bersama dengan satgas dari beberapa OPD terkait secara rutin melakukan patroli.

“Patroli dilakukan pada sejumlah titik rawan genangan, longsor dan abrasi,” katanya.

Dari hasil pemantauan sementara, untuk titik-titik genangan sudah dapat diatasi dengan baik bersama tim terpadu kesiapsiagaan bencana. Untuk longsong, sejauh ini belum ada karena rata-rata semua sungai di Mataram sudah ditalut.

“Abrasi memang sempat terjadi pertengahan bulan lalu di wilayah Mapak, tetapi kondisinya masih bisa terkendali dan tidak ada kerusakan, apalagi terdampak terhadap warga setempat,” ujarnya. (Ant)