Gubernur Minta Pengurus Baru PHDI NTB Hadirkan Kedamaian

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah (tengah) saat menghadiri pelantikan pengurus baru Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB sekaligus pengukuhan pengurus Krama Pura NTB masa bhakti 2019-2024. (Inside Lombok/ANTARA/Humas Pemprov NTB/dok).

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah meminta pengurus baru Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB bisa menghadirkan kedamaian.

Hal ini dikatakan Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat menghadiri pelantikan pengurus baru PHDI NTB sekaligus pengukuhan pengurus Krama Pura NTB masa bhakti 2019-2024, demikian keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Minggu,

“Salah satu kunci masyarakat di dunia moderen untuk merasakan kebahagiaan itu yang pertama adalah punya kemauan, kerendahan hati untuk memberi maaf,” kata Bang Zul sapaan akrabnya.

Gubernur NTB mengucapkan selamat atas terpilihnya ketua dan pengurus baru PHDI NTB. Karena itu, ia meminta kepada pengurus baru agar menjalankan amanat dengan baik serta bekerja maksimal dalam melayani masyarakat.

Gubernur NTB, mengatakan pentingnya ilmu spiritual di masa sekarang ini. Sebab, ia menilai, spiritualitas yang baik harus segera dibangun dari sekarang. Meski kerap dianggap sepele, menurut Bang Zul hanya orang yang berhati besar dan jiwanya lapang saja yang mampu melakukan hal tersebut.

“Mudah-mudahan kalau pengurus baru ini bisa menghadirkan umat Hindu di NTB ini punya kebesaran jiwa, memberi maaf, saya kira kohesi sosial kita di NTB ini akan berubah,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur NTB menyampaikan tentang pentingnya untuk bersyukur. Karenanya, ia mengajak semua orang untuk menikmati dan mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.

“Orang yang jiwanya matang adalah jiwa yang memungkinkan batinnya diajak berhenti sejenak, mensyukuri hidup ini kemudian jernih dalam mengambil banyak keputusan,” ujar Bang Zul.

Seraya menambahkan, tugas besar pengurus hari ini adalah menghadirkan kedamaian agar umat Hindu, masyarakat NTB menjadi jiwa-jiwa yang tenang, tentram sehingga mampu menjernihkan umat manusia di masa yang akan datang.

Sementara itu, Ketua PHDI NTB, Ida Made Santhi Adnya, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap Ketua PHDI NTB terdahulu serta para pengurus-pengurusnya. Ia juga mengucapkan selamat kepada Gubernur NTB yang baru-baru ini menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemberdayaan Tahun 2019.

“Kami akan membuat piagam penghargaan atas jasanya kepada umat Hindu di NTB, khususnya kepada Parisada,” ujar Made Santhi.

Made Santhi berharap kedepannya sinergi PHDI NTB dengan kelembagaan agama di NTB dapat lebih ditingkatkan, baik Hindu maupun dengan agama lain. Begitu pun dengan kerjasama pemerintah daerah diharapkan bisa terjalin dengan baik. Hal ini bertujuan untuk memicu terciptanya keharmonisan dan kedamaian di NTB.

Mewakili PHDI NTB, ia menyatakan komitmennya dalam mendukung penuh program pemerintah NTB.

Ketua Panitia Upacara Wijaya-Jaya, I Gusti Ayu Agung Andriani, mengatakan bahwa selain melantik pengurus PHDI NTB yang baru, upacara ini juga sekaligus untuk membersihkan dan mensucikan diri secara spiritual.

“Sehingga semakin memperkuat komitmen PHDI sesuai dengan tema yang diusung hari ini adalah “Melalui Upacara Mejaya – Jaya Perkuat Komitmen PHDI NTB Secara Spiritual Untuk Mengabdi dan Melayani”, katanya.

Pelantikan ini ditandai dengan penyerahan pataka kepada pengurus PHDI NTB yang lama kepada pengurus PHDI NTB periode 2019-2024. (Ant)