Bupati Optimistis Simulasi Belajar Tatap Muka di Lobar Bisa Berjalan Lancar

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Simulasi belajar tatap tatap muka di 11 sekolah yang ada di Lombok Barat, dalam prosesnya dikawal ketat. Selain oleh dinas pendidikan, pengawalan juga dilakukan oleh dinas kesehatan.

Sementara itu, guru dari sekolah lain yang belum diizinkan untuk melakukan simulasi, diminta untuk melihat dan mempelajari. Bagaimana pola dan proses yang berjalan selama simulasi di 11 sekolah tersebut.

“Kepala sekolah dan guru-guru itu kita minta untuk lihat bagaimana praktek pembelajaran yang semestinya, di tengah pandemi covid-19 ini” kata Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (12/11/2020).

Pihaknya meminta supaya dinas pendidikan untuk menyampaikan kepada guru serta kepala sekolah di luar 11 sekolah tersebut untuk datang mengamati langsung proses simulasi tersebut. Guna dapat dijadikan sebagai refrensi untuk bisa segera melakukan hal serupa di sekolahnya.

Dalam pelaksanaan simulasi ini, per keloter maksimal dapat belajar di sekolah kurang lebih selama 2 jam, itu pun tanpa ada keluar main (jam istirahat, read) dan dilakukan dengan sistem shift.

“Saya yakin ini bisa berjalan lancar, asalkan supervisinya ketat, kemudian guru dan kepala sekolah tetap disiplin SOP dan guru dari luar 11 sekolah itu aktif melihat dan mempelajari simulasi sekarang ini. Dan berkomitmen menerapkan hal yang sama di sekolahnya, ya nanti bisa semua sekolah bisa belajar langsung” bebernya.

Karena untuk pembukaan belajar tatap muka tersebut, perlu dilakukan secara bertahap.

“Sekarang ini kan Kemenag juga sudah minta ke kita untuk supervisi dan kita arahkan ke dinas kesehatan” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Dikbud Lobar, H. Heiruddin mengaku karena simulasi pertama telah berjalan selama satu minggu ini. Saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi.

Sehingga apabila tidak ditemukan hal-hal yang dirasa dapat menghambat proses belajar tatap muka, maka simulasi selanjutkan dapat dilakukan oleh sekolah lain yang penilaiannya telah memenuhi standar untuk boleh melakukan simulasi. Kemudian 11 sekolah yang telah melaksanakan simulasi tatap muka pada minggu ini, dapat bertahap melakukan pembelajaran tatap muka untuk seterusnya.

“Untuk saat ini, kami masih melakukan evaluasi dulu” kata H. Hairuddin, saat memberi konfirmasi melalui pesan whatsapp, Jum’at (13/11/2020).