Bupati Loteng Batal Disuntik Vaksin

311
Bupati Loteng, H. Suhaili FT ditemui wartawan akhir pekan ini. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Program vaksinasi Covid-19 di Lombok Tengah dimulai pada Rabu (3/2/2021) pagi di Kantor Bupati Lombok Tengah. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) rencananya disuntikkan vaksin perdana. Namun, empat di antaranya gagal mendapatkan antigen untuk kekebalan tubuh tersebut.

Empat orang itu yakni Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT, Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, Ketua DPRD, M. Taukhid dan Ketua Pengadilan Negeri Praya (PN) Praya, Putu Agus Wiranata.

PLT Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. Muzakir Langkir menjelaskan, Bupati, Wabup dan Ketua DPRD tidak bisa mendapatkan suntik vaksin karena menderita sakit diabetes.

“Sudah dilakukan screaning dan tidak lolos. Sakit kencing manis begitu dengan Wabup dan Ketua Dewan,”katanya.

Ketiga pimpinan daerah tersebut tidak hadir dalam kegiatan vaksinasi perdana di Kantor Bupati. Sementara Ketua PN Praya hadir namun tidak bisa divaksin karena tekanan darah tinggi yakni 140/90 mmHg.

“Karena tidak bisa dilakukan vaksin kalau tidak lolos screening. Sementara dengan Ketua PN nanti bisa menjalani vaksin karena masih ada tahapan vaksinasi nakes kalau tekanan darah sudah normal,”ujarnya.

Meski tidak bisa mengikuti vaksinasi perdana, Bupati Lombok Tengah tetap memberikan imbauan kepada masyarakat melalui sambutan yang dibacakan oleh PLT Sekretaris Daerah (Sekda), H. Lalu Idham Khalid.

Dalam sambutan tersebut, Bupati menyebutkan, hingga 1 Februari 2021 sebanyak 390 kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Lombok Tengah dan 18 orang meninggal dunia karena Covid-19.

“Selain berdampak kepada kesehatan, Covid-19 ini juga terdampak pendidikan dan ekonomi sehingga perlu dilakukan intervensi untuk memutus mata rantai melalui program vaksinasi untuk mengurangi penularan Covid-19 dan menurunkan angka kematian,”ujar Bupati.

Lebih lanjut, kata Bupati, vaksin Covid-19 dimaksudkan agar masyarakat tetap produktif dan terhindar dari penularan Covid-19.

Dilanjutkan, vaksinasi Covid-19 ini akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes). Hingga 1 Februari ini, tercatat sebanyak 2.814 nakes di Loteng sudah teregistrasi di Sistem Informasi Daya Manusia Tenaga Kesehatan.

“Data ini terus ter update setiap dua hari sekali dan jumlahnya terus bertambah,”ujarnya.

Sementara jumlah dosis vaksin Covid-19 yang diterima Lombok Tengah sebanyak 5.880 dosis. Hingga 2 Februari, Dikes telah mendistribusikan vaksin kepada 31 fasilitas kesehatan (faskes) pelaksana vaksinasi sebanyak 5.216 dosis.

“Target vaksin untuk nakes selesai dalam dua minggu Februari ini,”katanya.

Dilanjutkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Lombok Tengah dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama yakni Januari- April 2021 dengan sasaran nakes.

Tahap kedua yakni bulan Januari- April 2021 dengan sasaran petugas pelayanan publik dan usia lanjut. Selanjutnya tahap ketiga April 2021-Maret 2022 dengan sasaran masyarakat rentan dan aspek sosial ekonomi.

Lalu tahap empat April 2021-Maret 2022 dengan sasaran masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya yang disesatkan dengan ketersediaan vaksin.