Butuh Investasi Rp9 Triliun untuk Kembangkan KEK Mandalika

Lombok Tengah (Inside Lombok)- PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola membutuhkan investasi mencapai Rp9 triliun untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Anggaran sebesar itu untuk membangun berbagai sarana dan prasarana penunjang di kawasan strategis pariwisata nasional tersebut.

“Yang dibutuhkan anggaran Rp9 triliun. Yang saat ini sudah ada kesepakatan (investasi) Rp6 triliun”,kata Divisi Kontruksi PT ITDC, Haris Joko Santoso kepada media belum lama ini di Praya.

Dikatakan, selain modal sendiri, dana untuk pengembangan KEK Mandalika juga diperoleh dari Penyertaan Modal Negera (PMN).

Sedangkan untuk progress pembangunan fisik, sejauh ini PT ITDC sudah mengeluarkan anggaran sekitar Rp1,5 triliun untuk membangun sejumlah sarana prasarana. Hal itu di luar pembangunan hotel Pullman dengan anggaran sekitar Rp700 miliar.

“Saat ini progres Pullman sekitar 48 persen Insya Alloh Oktober 2021 sudah bisa digunakan”,katanya.

Dia menjelaskan, pengembangan KEK Mandalika tidak hanya di pembanguan sirkuit MotoGP. Namun juga pembangunan golf, marina dan mangrove di sisi timur kawasan.

Pengembangan saat ini memang intens di bagian tengah yang merupakan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP sepanjang 4,3 km dengan 17 tikungan.

“Sehingga pengembangan ke depan si sisi timur dengan luas 400 hektar, mulai hotel, mice dan golf”,katanya.

Sementara itu, berbagai fasilitas yang sudah dibangun hingga saat ini di antaranya adalah
infrastruktur jalan, masjid Nurul Bilad dan bazar Mandalika dengan 303 unit kios.

Pengembangan KEK Mandalika akan berlangsung hingga tahun 2026 mendatang.
“Memang tahun ini dan tahun depan untuk fokus di sirkuit MotoGP”,ujarnya.

Sementara itu, Operation Head The Mandalika Made Pari Wijaya dalam kesempatan yang sama mengatakan, hingga saat ini sudah ada 13 investor yang telah menjalin kerjasama dengan ITDC.

Di mana, tiga di antaranya sudah selesai melakukan pembangunan, seperti investor Mandalika Beach Club serta Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) dan pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).