Camping Ground di Gili Gede, Alternatif Penginapan Penonton MotoGP

158
Gili Gede Indah, Sekotong, saat festival air beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Mengantisipasi lonjakan wisatawan yang akan menonton MotoGP, para pelaku pariwisata di Gili Gede, Sekotong siapkan opsi alternatif untuk akomodasi penginapan. Bahkan ditargetkan 1.000 wisatawan bisa ditampung pulau kecil itu.

“Di Thamarind Resort sendiri, kamarnya sudah full booking,” ungkap Owner Thamarind Resort Gili Gede, Abubakar Abdullad saat dikonfirmasi, Kamis (13/01/2022).

Sehingga ia dan para pelaku pariwisata setempat tengah menyiapkan opsi alternatif. Untuk bisa menyiasati kebutuhan akomodasi para penonton. Karena kurang lebih sekitar 200 kamar yang tersedia di sana pun diprediksi akan full booking.

“Sudah ada pemesanan dan kita sudah ada komunikasi dengan link-link yang ada, target kita untuk wisatawan menginap di Gili Gede dan sekitarnya bisa mencapai 1.000 orang,” paparnya.

Kawasan itu pun dinilai potensial untuk ditawarkan kepada wisatawan. Karena selain menonton MotoGP, wisatawan juga bisa merasakan sensasi menginap di pulau kecil. Bahkan dengan jarak yang dinilai relatif lebih dekat menuju Mandalika. Maka, kawasan Gili Gede disebut bisa menjadi alternatif solusi bagi wisatawan yang masih mencari penginapan.

Abu juga menyebut, pihaknya saat ini berupaya menyiapkan penginapan bernuansa camping ground, pulau-pulau kecil di sana. Termasuk berdiskusi dengan warga setempat dan OPD terkait agar rumah mereka dapat dimanfaatkan sebagai home stay.

“Kalau camping ground-nya di pulau itu kan akan lebih menarik, tinggal transportasi itu yang sekarang kita koordinasikan,” jelas pria yang juga menjadi anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong-Lembar ini.

Selain itu, Gili Gede pun direncanakan akan menggelar event seperti festival air ketika menyambut WSBK tahun lalu. Agar momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan membangkitkan kembali pariwisata. Sehingga wisatawan juga bisa menikmati atraksi yang menyuguhkan kebudayaan lokal.

Ia dan masyarakat pun tengah mendiskusikan persiapan supaya bisa memberikan pelayanan maksimal. Sesuai dengan fasilitas dan SDM yang ada di sana. “Ini untuk menjawab kekurangan akomodasi yang ada di Lombok, khususnya Lombok Barat. Jangan sampai kita kehilangan momentum,” jelasnya. (yud)