Dampak PPKM dan Vaksinasi, Stok Darah di PMI Lotim Menipis

Stok darah di PMI yang sudah mulai menipis, Rabu (21/07/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemberlakuan Pembatas Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat ketersedian stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) mulai menipis. Hal itu dikarenakan masyarakat tidak melakukan donor darah secara kunjungan lantaran terkendala PPKM.

Stok darah yang menipis ini juga dinilai terjadi karena adanya pelaksanaan vaksinasi dosis pertama bagi masyarakat yang membuat donor darah belum diperbolehkan.

“Sebelum PPKM kita punya stok sebanyak 180 kantong, tapi sekarang sudah menipis tinggal 30 kantong saja,”ucap Kepala Bidang Pelayanan PMI Lotim, Moh Nur saat ditemui di ruangannya, Rabu (21/07/2021).

Kendati demikian, stok darah yang ada di PMI Lotim saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit daerah. Namun, stok untuk golongan darah AB saat ini tidak ada.

Dikatakan, pihak PMI saat ini tidak bisa berbuat banyak untuk menjaga ketersediaan stok darah akibat adanya PPKM, serta tidak diperbolehkannya melakukan donor bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

“Memang saat ini masih PPKM jadi untuk donor darah dengan cara kunjungan kita tunda dulu, pun kita tidak bisa melakukan donor darah pada orang yang sudah divaksin dosis pertama. Kita bisa melakukan donor darah ketika selang dua minggu mendapatkan vaksinasi dosis kedua,” jelasnya.

Untuk mengatasi permintaan kebutuhan darah pada masa PPKM ini, pihak PMI Lotim akan mengambil inisiatif dengan cara melakukan donor darah terhadap keluarga pasien yang membutuhkan darah.

“Kalaupun masa PPKM diperpanjang, maka kita akan lakukan donor darah terhadap keluarga pasien,” tutupnya.