Dapat Izin Belajar Tatap Muka, Momentum Pesantren Ajak Santri Merenungi Makna Nuzulul Qur’an

Lombok Barat (Inside Lombok) – Lentera Hati Islamic boarding school (LHBIS) di Lobar mendapatkan izin belajar tatap muka. Sekolah ini menjadi salah satu dari 11 sekolah yang sudah mendapatkan izin dari Pemkab Lobar.

Pesantren memanfaatkan hal itu untuk memaknai Nuzulul Qur’an di bulan Ramadan dengan baik. Salah satunya dengan mengadakan berbagai perlombaan untuk lebih meningkatkan cinta akan Al-Qur’an.

Direktur Lentera Hati, Ridhatur Rohmi menuturkan bahwa kesempatan bisa bersekolah dan berkegiatan secara langsung disaat sekolah yang lain belum memiliki izin, ini harus dimanfaatkan dengan baik.

“Kita bersyukur bisa menikmati Nuzulul Qur’an walaupun dengan sederhana dan tidak semeriah sebelum-sebelumnya” ungkap perempuan yang akrab disapa Bunda Ridha ini.

Ada tujuh perlombaan yang diadakan untuk memacu semangat dan antusias para santri dan santriwati SMP yang tinggal di pondok. Dengan jumlah keseluruhan baik ikhwan maupun akhwat itu sekitar 135 lebih yang mengikuti perlombaan Nuzulul Qur’an di sana.

“Tujuan kita mengadakan ini tentu untuk menumbuhkan dan memupuk rasa cinta para santri terhadap Al-Qur’an untuk menjadi generasi Qur’ani” ungkapnya.

Terlebih mengingat program andalan yang diusung sekolah islami itu yakni program tahfiz. Yang tujuan utamanya tentu saja untuk mengajarkan yang belum bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar supaya menjadi bisa. Bukan hanya nenerima yang sudah bisa mengaji saja.

“Ada santri kami yang awalnya tidak bisa membaca Qur’an sama sekali, sekarang bisa hafal 6-7 juz” tutur dia.

“Karena kita sekolah itu untuk mengajarkan, buka nemerima yang sudah pintar mengaji tapi yang belum bisa mengaji supaya pintar mengaji” imbuh Ridha.

Sekolah yang jumlah siswanya mulai dari Day Care, Kelompok Bermain, kemudian Paud, TK, SD, hingga SMP sekitar 450 siswa ini pun sudah memiliki izin untuk berkegiatan di sekolah sejak Juni 2020 lalu.

Hal itu pun diupayakan pihak sekolah lantaran banyak wali murid yang mengeluh dengan kebiasaan baru belajar Daring, itu justru menyebabkan anak lebih banyak bermain gedget sehingga banyak yang lupa akan hafalannya.

“Itu tujuan baik kami mempersiapkan segala sesuatu supaya ananda-ananda ini bisa kembali ke sekolah dan mengingat terus hafalan-hafalannya” beber Ridha.

Sehingga perlombaan yang diadakan dalam momentum Nuzulul Qur’an pada Ranadan ini diharapkan dapat lebih menambah semangat mereka.

“Kita adakan ini selama lima hari, mulai sari tanggal 29 April sampai 4 Mei nanti” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa pandemi yang masih berlangsung hingga tahun ke-dua bukan Ramadan ini bukan lah penglahang. Untuk bisa memaknai Ramadan dengan baik, terutama momentum Nuzulul Qur’an.

Pandemi ini pun diakuinya tidak sedikit pun mengurangi kemeriahan memaknai Ramadan bagi mereka di sana. Kacuali kegiatan outbond yang justru dibatasi supaya tidak banyak interaksi dengan orang di luar kawasan pondok dan sekolah.

“Alhamdulillah karena ada SK dari Bupati jadi kita tetap membuka pelajaran dan menerapakn protokol covid-19. Alhamdulillah kegiatan di pondok berjalan lancar,” pungkasnya.