Dewan Minta PD Agro Selaparang Bubar Jika Tidak Membawa Kemanfaatan

59
Hering PD Agro Selaparang di Kantor DPRD Lotim, Selasa (22/11/2022) (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim) pada Senin (21/11). Aksi itu menyikapi adanya dugaan praktek jual beli beras kepada para ASN dan tenaga honorer.

Praktek jual beli beras tersebut sangat disesalkan oleh massa, lantaran beras yang diperjual belikan bukan dari hasil masyarakat, melainkan beras dari produk Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang. Untuk itu massa meminta Bupati Lotim membuat timsus atau membubarkan PD yang dianggap selalu merugikan.

Terkait hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim memanggil pihak PD Agro dan massa dari HMI pada Selasa (22/11) untuk melaksanakan hearing terkait isu yang menjadi alasan massa menggelar demonstrasi.

Wakil Ketua DPRD Lotim, Hasan Rahman mengatakan dari hasil hearing yang dilakukan diketahui isu yang menjadi alasan HMI menggelar demonstrasi pada Senin kemarin memang benar adanya, sehingga dalam kurun waktu 3-4 bulan ke depan apabila manajemen PD Agro Selaparang tidak diperbaiki oleh Pemda Lotim maka semuanya akan rancau.

“Kenapa harus jual beras? Cukup jalankan saja dua usahanya yang ada, yakni pupuk dan juga es balok,” kesal Hasan saat ditemui seusai menggelar hearing, Selasa (22/11).

Usaha pupuk yang dimiliki PD Agro Selaparang dikatakan Hasan semestinya harus dimaksimalkan untuk menghindari kelangkaan pupuk bagi para petani, terlebih jika pupuk dapat dimaksimalkan dapat menekan angka inflasi.

“Semestinya itu yang harus dijalankan untuk membantu para petani agar tidak ada kelangkaan dan kenaikan harga pupuk,” jelasnya.

Penjualan beras oleh PD Agro Selaparang semestinya tidak perlu dilakukan karena masyarakat sudah banyak yang menjual hal tersebut, yang ada nantinya malah akan menjadi salah satu faktor kenaikan inflasi.

“Kalau jual beras, kedelai atau apalah sudah banyak masyarakat uang jual, ini sudah tidak sehat. Jika dalam waktu 3 atau 4 bukan tidak dibenahi maka PD Agro Selaparang ini kita usulkan dibubarkan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Umum PD Agro Selaparang, Muhammad Ali menjelaskan bahwa terkait dengan penjualan beras tersebut massa menuding kalau pihaknya membeli dari para pengusaha besar melainkan dibeli dari para UMKM yang ada di Lotim.

“Itu tidak benar, kami mengambil dari para UMKM kita,” ucapnya. Kondisi PD Agro Selaparang dikatakan Muhammad Ali memang tidak baik-baik saja, sehingga pihaknya mencari jalan keluar dengan inovasi-inovasi yang dilakukan yakni salah satunya dengan menjual beras selain dua usaha yang ada.

“Kami baru dilantik belum 1 tahun dengan kondisi PD Agro Selaparang yang sangat mengenaskan, sehingga kami mencoba melakukan inovasi dengan pengadaan beras dan lainnya tapi baru saja berjalan sudah ribut,” ungkapnya.

Ali juga menuturkan sampai saat ini pengeluaran dari PD Agro Selaparang lebih besar dari pada hasil yang didapatkan dari usaha yang dijalankan. Suntikan dana senilai Rp2,5 miliar digunakan untuk bayar beban hutang yang ditinggalkan oleh manajemen sebelumnya dan sebagian lagi digunakan untuk penambahan modal.

“Hutang PD Agro Selaparang masih kita upaya selesaikan, untuk saat ini pengeluaran dari modal, operasional, dan gaji lebih besar dari hasil yang kita dapat,” pungkasnya. (den)