Dihadiri Menko PMK, Milad ke-109 Muhammadiyah Bangun Optimisme Hadapi Covid-19

Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy memberi sambutan saat Milad Muhammadiyah ke-109 di Mataram, Minggu (5/12). (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar resepsi milad ke-109 Muhammadiyah, Minggu (5/12) di Aula H. Anwar Ikraman. Mengambil tema Optimisme Hadapi Covid-19; Menebar Nilai Utama, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Dr. H. Falahuddin, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya mengatakan acara ini untuk kalangan internal Muhammadiyah dalam rangka meneguhkan ideologi Muhammadiyah.

“Milad ini khusus dihajatkan untuk internal Persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka untuk meneguhkan ideologi Muhammadiyah,” ujarnya.

Memberi sambutan, Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengharapkan kegiatan tersebut dapat mendorong semangat Muhammadiyah untuk menangani Covid-19.

“Peranan Muhammadiyah dalam menangani Covid-19 sangat luar biasa, dan bukan hanya Pemerintah Indonesia yang mengakuinya. Bahkan dunia sudah mengakui peranannya. Karena untuk Muhammadiyah hal seperti ini sudah biasa; bekerja tanpa diupah,” jelasnya.

Menurutnya, Muhammadiyah punya etos kerja yang sangat khas. Khususnya untuk sifat amanah yang rata-rata dimiliki oleh warga Muhammadiyah.

“Sifat amanah kalau di Muhammadiyah itu relatif dan rata-rata, umumnya warga Muhammadiyah mulai dari pimpinan sampai anggotanya pasti mempunyai sikap amanah. Coba sikap amanah berlaku di birokrasi. Contohnya 3 kementerian saja dipimpin oleh warga Muhammadiyah, saya yakin etos kerja Muhammadiyah ini bisa mengurangi dampak korupsi,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Muhadjir memberikan semangat untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan dalam ilmu-ilmu keduniaan. Dengan terus memupuk pengetahuan, insan Muhammadiyah diharapkan dapat terus berperan dalam upaya memajukan bangsa.

“Hanya Muhammadiyah yang mampu dan mempunyai kekuatan Islam serta modal untuk mengejar ketertinggalan Itu,” pungkas Menko PMK. (r)