Disperkim Mataram Siapkan Desain Pembangunan Jalan Rusunawa Nelayan

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan desain rencana pembangunan akses jalan menuju rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan di kawasan Bintro, Kecamatan Ampenan.

Kepala Disperkim Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Kamis, mengatakan pembukaan akses jalan ke arah timur hingga ke jalur utama Jalan Saleh Sungkar, Ampenan sudah mendesak sebab proyek fisik rusunawa nelayan segera dimulai.

“Sebelum ada jalan, proyek fisik rusunawa nelayan belum bisa dimulai karena akses jalan yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk hilir mudik alat berat,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pelaksanaan pembangunan akses jalan rusunawa nelayan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram.

“Jalan yang akan kita buka sekitar 10 meter, dengan kebutuhan lahan sekitar 20 are. Saat ini kami juga masih melakukan pendekatan dengan pemilik lahan agar lahanya bisa dibebaskan untuk jalan,” katanya.

Dari hasil komunikasi sementara dengan pemilik lahan, lanjut Kemal, pada prinsipnya pemilik lahan setuju jika lahan mereka dibebaskan untuk membuka akses jalan demi kepentingan masyarakat banyak.

“Terkait masalah harga, kita segera turunkan tim penaksir harga agar sesuai dengan ketentuan yang ada,” katanya.

Lebih jauh, Kemal mengatakan rusunawa nelayan yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR tahun ini, merupakan tahap pertama dengan satu twin blok atau 45 kamar tipe 36, dengan bentuk fisik lantai tiga.

“Satu twin blok atau 45 kamar yang akan dibangun tahun depan, kita prioritaskan untuk 45 kepala keluarga (KK) nelayan yang berada di hunian sementara (Huntara) Pondok Pelangi, karena terdampak kasus eksekusi lahan,” katanya.

Dalam proses pembangunan rusunawa nelayan tersebut, pemerintah kota menerima barang jadi, yang berarti segala proses anggaran, tender dan pelaksanaan pembangunan sepenuhnya pada ranah kementerian.

Selain pembukaan akses jalan itu, katanya, intervensi yang dilakukan pemerintah kota untuk mendukung pembangunan rusunawa nelayan adalah penyiapan lahan seluas 2,3 hektare, pematangan lahan dan pemagaran tembok keliling areal rusunawa ketika sudah rampung dibangun.

“Untuk desain khusus tempat menjemur ikan bagi para nelayan, menjadi ranah Dinas Kelautan dan Perikanan yang telah diusulkan ke kementerian. Kami hanya siapkan lahan,” katanya. (Ant)