Gaji Kisaran Rp6-8 Juta, Kerja di Papua Nugini Diminati PMI NTB

Kepala UPT BP2MI wilayah NTB Abri Danar Prabawa (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Seiring pandemi Covid-19 yang berlangsung hingga dua tahun lamanya, pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB mengalami perubahan. Dari peminatan negara penempatan di Malaysia, kini PMI NTB banyak meminati kerja di wilayah Papua Nugini.

Kepala UPT BP2MI wilayah NTB, Abri Danar Prabawa menerangkan untuk pengiriman PMI NTB pada 2021 mengalami penurunan drastis dari 2020. Pada periode 2021 itu hanya 581 PMI dan negara penempatan masih ke Malaysia sebanyak 534 PMI. Kemudian ada negara baru penempatan PMI, yakni ke Papua Nugini yang diminati 14 PMI. Di mana negara penempatan ini banyak digemari PMI NTB.

“Jadi ada 2 negara yang tiba-tiba muncul, tiba tiba digemari, selain Papua Nugini ada Polandia. Kalau Papua Nugini, ini sebenarnya bos perusahaannya orang Malaysia, tapi ekspansi ke negara Papua Nugini,” kata Abri, Kamis (13/1).

Para PMI asal NTB yang ditempatkan di Papua Nugini bekerja di dua sektor, yakni industri kayu dan perladangan. Rata-rata PMI yang masuk ke Papua Nugini berangkat mandiri dengan tetap diketahui perwakilan BP2MI. Sehingga tetap mendapat perlindungan lengkap dan asuransi.

“Tidak menutup kemungkinan seandainya ada PJTKI yang mendapatkan job kesana (Papua Nugini, Red), karena di sana membutuhkan banyak tenaga kerja,” jelasnya. Untuk upah yang diterima para PMI yang bekerja di penempatan negara baru seperti Papua Nugini tidak jauh berbeda dengan di Malaysia. “Gajinya itu antara Rp6-8 juta, mirip dengan Malaysia,” sambung Abri.

Menurutnya dengan adanya penempatan negara baru, tidak menutup kemungkinan akan ada pergeseran pengiriman PMI. Terlebih beberapa negara yang sebelumnya diminati seperti Malaysia sampai saat ini belum menerima lagi pemberangkatan PMI lantaran pandemi Covid-19.

“Kalau ada negara (penempatan PMI) baru, saya kira ada pergerasan,” tandasnya. (dpi)