Gelar PSU Lagi, KPU Kota Mataram Belum Serahkan Hasil Rapat Pleno

Mataram (Inside Lombok) – Kota Mataram belum selesai melaksanakan proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Hal itu dikarenakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram masih harus melaksanakan proses pemilihan suara ulang (PSU) di dua (2) Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Cakranegara, Mataram.

Komisioner Divisi Sosialisi dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Mataram, Sopan Sopian Hadi, menyebutkan bahwa dikarenakan alasan tersebut, sampai saat ini KPU Kota Mataram merupakan salah satu yang belum menyerahkan hasil Rapat Pleno tingkat Kabupaten/Kota untuk kemudian dibahas dalam Rapat Pleno di tingkar provinsi.

“Untuk mataram belum (menyerahkan hasil pleno, Red). Karena peleno Mataram sendiri belum selese. Tunggu PSU Kecamatan Cakra (Cakranegara). Cakra saja yang belum ini,” ujar Hadi, Kamis (09/05/2019) saat ditemui di TPS 11 Mayura.

KPU Kota Mataram sendiri mendapat tenggat sampai dengan Jumat (10/05/2019) mendatang untuk menyelesailan PSU dan menyerahkan hasil pleno Kota Mataram. Karena itu, seluruh proses penghitungan suara dan Rapat Pleno Kota Mataram akan diselesaikan di hari yang sama.

Hadi juga menerangkan bahwa 2 TPS yang melakukan PSU adalah TPS 11 di Kelurahan Mayura dan TPS 05 di Kelurahan Cakra Utara.

“TPS 11 ini pemilihan presiden saja, kemudian yang di Cakra Utara presiden sama DPR RI,” ujar Hadi.

Selain itu Hadi juga menerangkan bahwa kedua PSU tersebut sebenarnya pernah direkomendasikan sebelumnya oleh Bawaslu Kota Mataram pada tanggal 25 April dan 27 April 2019. Namun KPU Mataram memang tidak melaksanakannya karena beberapa alasan.

“Karena memang terakhir PSU kan tanggal 27, sehingga kami tidak laksanakan waktu itu. Terakhir kemarin waktu di sidang diputuskan kembali wajib melaksanakan PSU di dua lokasi itu,” ujar Hadi.

Untuk di TPS 11 Mayura sendiri PSU dilakukan karena ada 10 orang pemilih yang menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan KTP luar Kota Mataram. Sedangkan di TPS 05 Cakra Utara ada 1 orang yang melakukan hal serupa.

“Kelolosan (terlanjur, Red) kemarin, ada 10 orang KTP luar diberikan mencoblos presiden (di TPS 11). Di Cakra Utara (TPS 05) ada 1 orang KTP Dompu diberikan presiden dan DPR. Itu harus diulang,” pungkas Hadi.