Gugus COVID-19 Mataram Belum Temukan Klaster Sekolah

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengatakan sampai saat ini belum menemukan kasus positif baru COVID-10 dari klaster sekolah.

“Anak usia sekolah yang terkonfirmasi positif COVID-19, merupakan periode lama sebelum dibukanya simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Jadi untuk klaster sekolah, belum kita temukan,” kata anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi data Gugus Tugas COVID-19 Kota Mataram yang merilis kasus positif baru COVID-19, dari kalangan anak-anak usia sekolah. Dengan rincian pasien inisial IGA (laki-laki) usia 13 tahun dari Kelurahan Monjok, pasien NGAKDV (perempuan) usia 12 tahun dari Kelurahan Pagesangan Timur dan GA (perempuan) usia 6 tahun dari Kelurahan Taman Sari.

Swandiasa yang juga menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, mengatakan, jika dilihat dari usia sekolah (7-18 tahun) sejak 12 Desember 2020-25 Januari 2021 ada tambahan 10 anak usia 7-18 tahun yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Tetapi yang terkonfirmasi positif COVID-19 tidak tertular di sekolah, melainkan di luar sekolah. Seperti siswa SMAN 1 Mataram yang terkonfirmasi positif COVID-19, terdata kena dari tempat hiburan,” katanya.

Ia mengatakan tambahan pasien COVID-19 yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir ini, masih merupakan klaster perkantoran serta pelaku perjalanan keluar daerah, dan berkembang menjadi klaster keluarga.

Namun demikian, lanjutnya, peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir ini bisa bepotensi meningkatkan status Mataram zona merah.

“Tapi kita harapkan, kondisi ini bisa segera melandai pada titik koordinat. Fase ini memang sudah diprediksi Satgas COVID-19,” katanya.

Terkait dengan itu Satgas COVID-19 Kota Mataram, terus meningkatkan sosialisasi upaya pencegahan COVID-19 melalui gerakan 5M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

“Jadi upaya pencengahan dengan 3M dinilai belum cukup, karena itu ditambah menjadi 5M. Harapan kita, masyarakat bisa kooperatif dukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di daerah ini,” katanya.

Data terakir Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Kamis (28/1-2021) pukul 12.00 Wita, tercatat tambahan kasus positif sebanyak 36 orang dan 1 orang meninggal dunia.

“Dengan tambahan kasus tersebut, jumlah total COVID-19 di Kota Mataram menjadi 1.762 kasus, masih dalam perawatan 301 orang, sembuh 1.357 orang, dan 104 meninggal dunia,” demikian¬† I Nyoman Swandiasa. (Ant)