Pemberian Vaksin COVID-19 Tahap Kedua di Mataram Berjalan Lancar

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan pemberian vaksin COVID-19 tahap kedua pada Kamis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, berjalan lancar.

“Para pejabat dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 tahap pertama pada Kamis hari ini harus mendapatkan vaksin tahap kedua. Pelayanan dipusatkan di RSUD Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.

Swandiasa yang ditemui seusai mendapatkan vaksin COVID-19 tahap kedua mengatakan pemberian vaksin COVID-19 tahap kedua di lobi Gedung “Graha Mentaram”, sebagai “boster” vaksin tahap pertama.

“Harapan kita, dengan telah dilaksanakannya vaksinasi COVID-19 dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 di daerah ini,” kata¬†Swandiasa yang mengaku merasa sangat nyaman setelah mendapat vaksin COVID-19 tahap kedua.

Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra sebelumnya, mengatakan vaksinasi COVID-19 salah satu upaya menekan penularan virus tersebut tetapi tidak bisa menjamin masyarakat yang sudah divaksin tidak terpapar COVID-19.

“Vaksin COVID-19, menambah imunitas tapi protokol kesehatan harus tetap menjadi hal utama sebab tidak ada jaminan setelah divaksin tidak terpapar COVID-19. Apalagi vaksin COVID-19 ini baru pertama kali,” katanya.

Ia mengatakan dari hasil kajian efikasi pencegahan COVID-19 melalui vaksin sekitar 65,3 persen, sisanya adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan melalui gerakan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan).

“Akan tetapi, kalau yang sudah divaksin terpapar COVID-19 risikonya tidak terlalu berat. Sebaliknya, jika tidak divaksin maka potensi terpapar dan risiko besar,” katanya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak takut divaksin, sebab dapat menekan penyebaran COVID-19.

“Bagi saya vaksin COVID-19, wajib. Apalagi vaksin itu sudah melalui tiga kali uji klinis dan dapat pengesahan dari Balai POM,” katanya. (Ant)