Gugus COVID-19 Mataram Siapkan 100 Ribu Masker Anak

Anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-10 Kota Mataram sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala).

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-10 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyiapkan 100 ribu masker anak yang nantinya dibagikan secara gratis untuk melindungi anak agar tidak terpapar COVID-19.

“Untuk pengadaannya dilaksanakan anggota gugus dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekaligus mengkaji jenis masker yang baik dan nyaman untuk anak. Dari 100 ribu yang akan dipesan, sebagiannya juga untuk masker dewasa,” kata Anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-10 Kota Mataram sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.

Pengadaan masker anak tersebut sebagai salah satu realisasi masukan dari Panitia Khusus (Pansus) Penanganan COVID-19 DPRD Kota Mataram. Pasalnya, ketika dilakukan pengadaan puluhan ribu masker oleh gugus tugas pada tahap pertama tidak ada satupun masker untuk anak.

“Kita akui, saat gugus melakukan pengadaan masker puluhan ribu pada tahap pertama belum ada masker anak. Untuk itulah, pengadaan kali ini diprioritaskan untuk anak guna menghindari orangtua memakai masker, anaknya tidak,” katanya.

Sementara terkait dengan usulan pembentukan tim khusus penanganan anak yang positif terpapar COVID-19, Swandiasa menilai, hal itu belum dianggap mendesak.

Pasalnya, dalam SK yang dibuat untuk Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Bahkan mereka sudah melakukan intrevensi ketika ada anak yang terpapar.

“Jadi kita tidak perlu lagi membentuk tim lain, agar tugas dan fungsinya tidak tumpang tindih. Sebaliknya, tim yang sudah ada kita optimalkan,” katanya.

Sebelumnya Wakil Ketua Pansus Penanganan COVID-19 DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati menyayangkan perhatian pemerintah kota terhadap anak di Kota Mataram masih relatif kurang.

“Salah satu indikasinya, dari puluhan miliar anggaran untuk penanganan COVID-19, terutama untuk pengadaan masker tidak ada yang terpikir untuk menyiapkan masker anak,” katanya.

Padahal, anak yang terpapar COVID-19 di Kota Mataram, tertinggi di Nusa Tenggara Barat, dengan jumlah kasus terakhir 39 orang bahkan ada 1 yang meninggal.

“Ini membuat kita miris, sedemikian besar anggaran tapi tidak ada perhatian kepada anak. Ini seperti apa rencana, sampai tidak terpikirkan anak-anak kita, sementara usia mereka sangat rawan tertular,” ujarnya. (Ant)