H-1 Idul Adha, Peminat Daging Sapi dan Kambing Berkurang

Terlihat masyarakat lebih memilih membeli daging ayam dibandingkan daging sapi, di Masbagik, Kamis (30/07/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, permintaan terhadap daging masih rendah dibandingkan tahun lalu. Ini merupakan dampak pandemi yang terjadi belakangan ini.

Wakil Kepala Pasar Masbagik Baru, Sofiyanto mengatakan pada kondisi pandemi covid-19 pada saat ini, minat warga untuk membeli daging sapi dan daging kambing kian menurun.

Pasalnya pandemi tersebut tidak hanya menyerang kesehatan. Namun, akibat adanya pandemi tersebut juga menyerang beberapa sektor, salah satunya yaitu sektor prekonomian masyarakat.

“Dari hasil pantauan kami beberapa hari lalu sampai sekarang menjelang H-1, peminta daging sapi dan kambing kian menurun,” ucapnya.

Tidak seperti pada tahun lalu, kebutuhan daging masyarakat sangat meningkat drastis. Para pedagang daging juga pada tahun ini menurun, dikarenakan tidak sedikit para pedagang yang gulung tikar.

“Masyarakat sekarang lebih dominan membeli daging ternak seperti daging ayam dan daging bebek,” katanya.

Seorang pedagang daging sapi dan kambing di Pasar Baru Masbagik, Juriyah mengaku dagangnya sepi peminat. Ia mengaku merasakan penurunan jumlah pembeli semenjak pandemi.

“Dari 80 kg daging yang saya jual, yang laku cuma 10-15 kg, itupun kita jual sedikit lebih murah agar masyarakat mau membelinya,” ucapnya sembari menunggu para pembeli.

Selain itu, seoarang pedagang daging ayam, Inaq Maskanah mengaku dari H-3 dagangannya selalu diburu para pembeli. Pasalnya harga daging ayam dibandingkan daging sapi dan daging kambing jauh lebih murah.

“Kalau kita jual per ekor dijual bersih dengan harga 70 ribu dengan berat 2 kg. Alhamdulillah walaupun adanya pandemi kebutuhan masyarakat akan daging ayam masih stabil,” tuturnya.

Sofiyanto bersama dengan tim gabungan, tetap mengingatkan para pengguna pasar untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Meskipun terlihat Pasar Masbagik Baru pada H-1 idul adha sangat padat, namun penjagaan tetap diperketat.

“Kita sempat kewalahan menerapkan protokol kesehatan pada H-1, untuk itu kami menambah personil gabungan agar bisa tetap mengingatkan para pengguna pasar untuk menggunakan masker,” pungkasnya.